Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
MEDAN — Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara, Ihwan Ritonga, memberikan tenggat waktu dua hari kepada pelaku usaha perunggasan untuk menurunkan harga ayam broiler yang dinilai terlalu tinggi dan membebani masyarakat.
Ihwan menegaskan kenaikan harga ayam tidak semestinya dikaitkan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut dia, harga ayam berada dalam kendali produsen dan rantai distribusi.
Baca Juga:
Tuntutan tersebut disampaikan Ihwan saat memimpin rapat dengar pendapat (RDP) gabungan Komisi A dan B DPRD Sumut pada Kamis, 10 September 2026 sore.
Rapat itu dihadiri Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Sumut, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumut, serta sejumlah perusahaan produksi ayam.
Ihwan mengatakan DPRD Sumut tidak ingin persoalan harga ayam berakhir dengan saling menyalahkan antara peternak, produsen, agen, dan pedagang.
Menurut dia, diperlukan langkah konkret agar harga ayam kembali terjangkau bagi masyarakat.
"Kami akan menunggu selama dua hari ke depan. Jika harga tidak turun, kami akan mengeluarkan rekomendasi resmi dan menindaklanjuti masalah ini hingga ke tingkat Menteri Pertanian," ujarnya.
Ihwan mengatakan DPRD Sumut juga akan mendesak aparat penegak hukum turun tangan jika ditemukan indikasi manipulasi harga oleh produsen maupun agen.
Menurut dia, Kapolda Sumut perlu mengambil tindakan tegas dengan menyelidiki perusahaan produsen dan agen yang diduga melakukan praktik tidak wajar.
Pengawasan tersebut dinilai penting karena kenaikan harga ayam dapat menekan daya beli masyarakat, terutama di tengah pelaksanaan program MBG.
"Jika ada pihak-pihak tak bertanggung jawab yang memanipulasi harga, tindaklah dengan tegas. Kita tidak boleh membiarkan siapa pun memanfaatkan situasi ini saat masyarakat sedang menghadapi kesulitan ekonomi," tegasnya.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.