Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
BANDA ACEH — Ketua Majelis Pengurus Wilayah Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (MPW ICMI) Aceh, Dr Taqwaddin, mengajak para cendekiawan Muslim Aceh tidak hanya mengandalkan kecerdasan intelektual.
Menurut Taqwaddin, kecerdasan harus diikuti kesantunan, keteladanan dan kerja nyata untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Hal itu disampaikan Taqwaddin saat membuka Musyawarah Wilayah (Musywil) VIII ICMI Aceh di Hotel Azana Oasis Banda Aceh, Sabtu (12/9/2026).
Baca Juga:

"Cendekiawan adalah orang-orang cerdas yang santun," kata Taqwaddin.
Ia mengatakan kecendekiawanan tidak cukup diukur dari gelar akademik ataupun kemampuan seseorang dalam berbicara.
Seorang cendekiawan, kata dia, harus mampu mengubah ilmu dan gagasan menjadi kontribusi yang dapat dirasakan masyarakat.
Karena itu, Taqwaddin berharap para cendekiawan Muslim Aceh ikut mengambil peran dalam mewujudkan Aceh yang mulia sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dalam sambutannya, Taqwaddin juga mengangkat sejarah panjang Aceh dalam hubungan internasional.
Ia mengingatkan bahwa Kesultanan Aceh pernah menjadi salah satu kekuatan politik penting di kawasan Asia Tenggara.
Pada abad ke-17, Aceh berkembang sebagai pusat perdagangan sekaligus pusat intelektual Islam di kawasan tersebut.
Taqwaddin kemudian menyampaikan pandangannya mengenai hubungan sejarah antara Aceh dan Belanda.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.