Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
"Kerajaan Aceh lebih tua dari Kerajaan Belanda. Aceh adalah kerajaan pertama yang mengakui kemerdekaan Belanda pada 1603," ujar Taqwaddin.
Ia juga menceritakan pernah ada seorang profesor berkebangsaan Belanda yang menyampaikan permintaan maaf melalui Ketua ICMI Aceh terkait sejarah penjajahan Belanda terhadap Aceh.
"Ada seorang profesor berkebangsaan Belanda meminta maaf melalui Ketua ICMI Aceh. Beliau mengatakan, seharusnya Belanda tidak berperang dengan Aceh," ungkapnya.
Menurut Taqwaddin, sejarah tersebut harus menjadi pelajaran bagi generasi sekarang.
Kejayaan dan kedaulatan Aceh pada masa lalu, kata dia, seharusnya menjadi energi untuk membangun Aceh saat ini dan bukan sekadar menjadi nostalgia.
Hubungan Aceh dan Belanda sendiri kemudian berkembang menjadi konflik panjang.
Perang Aceh melawan Belanda berlangsung sejak 1873 dan menjadi salah satu konflik kolonial terpanjang yang dihadapi Belanda di Nusantara.
Dari pembahasan sejarah tersebut, Taqwaddin kemudian mengajak peserta Musywil melihat persoalan Aceh saat ini, terutama mengenai ketahanan pangan.
Ia mengingatkan bahwa pada masa lalu, keberadaan lumbung padi di rumah menjadi salah satu simbol kemuliaan dan kesejahteraan keluarga Aceh.
"Dulu salah satu simbol kemuliaan dan kesejahteraan adalah lumbung padi di rumah," katanya.
Menurut Taqwaddin, lumbung padi menggambarkan keluarga yang memiliki persediaan pangan sendiri sehingga tidak mudah bergantung kepada pihak lain.
Karena itu, ketahanan pangan dinilai menjadi salah satu agenda penting yang perlu diperjuangkan ICMI Aceh.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.