Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Ia mengatakan ketahanan pangan bukan hanya persoalan pertanian.
Di dalamnya terdapat aspek kemandirian, ekonomi masyarakat, kesejahteraan dan martabat suatu daerah.
Para cendekiawan, kata dia, harus mampu membaca persoalan tersebut sekaligus menawarkan solusi yang dapat diterapkan di tengah masyarakat.
"Cendekiawan Muslim Aceh diharap bekerja untuk membantu terwujudnya Aceh mulia dan membangun kesejahteraan masyarakat Aceh," katanya.
Taqwaddin juga menjelaskan perbedaan kepemimpinan dalam ICMI dengan kepemimpinan kepala daerah.
Menurut dia, kepala daerah memiliki otoritas pemerintahan, sedangkan ICMI merupakan organisasi kemasyarakatan dengan peran, fungsi dan kewenangan kelembagaan yang berbeda.
"Kepemimpinan di ICMI berbeda dengan kepala daerah, baik otoritas, peran maupun fungsi kelembagaannya," ujarnya.
Ia mengatakan kepemimpinan dalam organisasi cendekiawan lebih banyak bertumpu pada gagasan, keteladanan, kemampuan membangun komunikasi dan kerja bersama.
Dalam kesempatan itu, Taqwaddin juga mengungkapkan perjalanan kepemimpinan ICMI Aceh pada periode sebelumnya.
Ia menyebut dinamika organisasi saat itu sempat membuat roda organisasi ICMI Aceh seperti kehilangan napas.
"ICMI Aceh dalam periode lalu pernah sempat seperti kehilangan napas karena kondisi yang berkembang saat itu," ujarnya.
Atas kesepakatan Dewan Penasihat, Dewan Pakar dan Pengurus Harian, kemudian disepakati penunjukan dirinya sebagai Ketua MPW ICMI Aceh melalui mekanisme pergantian antarwaktu atau PAW.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.