BREAKING NEWS
Jumat, 11 September 2026

"Power Sharing" Tak Cukup, Prabowo Butuh Rekonsolidasi Kekuatan

Redaksi - Jumat, 11 September 2026 12:34 WIB
"Power Sharing" Tak Cukup, Prabowo Butuh Rekonsolidasi Kekuatan
Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). (foto: Prabowo Subianto/fb)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Politik bukanlah barang rigid yang bisa ditafsirkan sekadar dari angka-angka statistik saja. Politik adalah seni mengelola kekuasaan.

Dan, kekuasaan yang paling tinggi adalah kekuasaan yang berasal dari kehendak rakyat, aspirasi publik sebagai pemegang kedaulatan.


Ketika kekuasaan yang berjalan terlihat rapuh—baik di mata lawan politik maupun di hadapan koalisi sendiri—maka, kekuasaan akan menyisakan celah untuk digoyang.

Untungnya, narasi keras yang diumbar oleh Partai Demokrat dilakukan di panggung depan (front stage), sehingga justifikasi AHY dan Partai Demokrat bahwa kritik yang disampaikan bersifat konstruktif masih terasa sangat relevan untuk dimaknai.

Yang berbahaya justru ketika kritik itu disampaikan di panggung belakang (back stage), di ruang-ruang sunyi tanpa liputan media dan sorotan kamera.

Dan ini merupakan patologi politik klasik dalam sistem power sharing yang hanya mengakomodasi dukungan tanpa menimbang loyalitas dan konsistensi jangka panjang.

Prabowo seyogianya perlu menengok kembali siklus alami kekuasaan.

Dalam lima tahun periode pemerintahan, kekuatan yang terkonsolidasi secara penuh itu hanya berlaku efektif dalam dua tahun, tidak lebih.

Pada 2029 adalah tahun Pemilu. Pada 2028 adalah tahun politik.

Dan, pada 2027 adalah tahun ketika seluruh kekuatan politik mulai memasang "kuda-kuda" untuk merumuskan strategi dan ranah diferensiasi dari kekuasaan hari ini untuk menatap kontestasi elektoral selanjutnya.

Di titik inilah fokus dan kesadaran pemerintahan yang berjalan hari ini harus kembali direjuvenasi.

Jangan sampai apa yang menjadi target pembangunan nasional, serta dinamika ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan (AHGT) yang membersamainya tidak dapat dikelola dengan baik.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Mengarsiteki Kedaulatan Finansial Gen Z: Membedah Ilusi Inklusi dalam Kebijakan Rekening Otomatis
BULOG Medan Gencarkan Gerakan Pangan Murah, Masyarakat Bisa Dapat Beras dan Minyak Harga Terjangkau
Konflik DPRD dan Bupati Tapteng Berakhir, 9 dari 10 Tuntutan Dewan Disepakati
Dinkes Sumut Minta Siswa Teliti Sebelum Konsumsi MBG: Cek Aroma, Warna dan Batas Waktu
DPRD Sumut Beri Waktu 2 Hari untuk Turunkan Harga Ayam, Produsen Terancam Ditindak
Kondisi Siswi Korban Dugaan Keracunan MBG Memburuk, Bobby Nasution Minta Krismas Dirujuk ke Medan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru