BREAKING NEWS
Jumat, 11 September 2026

"Power Sharing" Tak Cukup, Prabowo Butuh Rekonsolidasi Kekuatan

Redaksi - Jumat, 11 September 2026 12:34 WIB
"Power Sharing" Tak Cukup, Prabowo Butuh Rekonsolidasi Kekuatan
Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). (foto: Prabowo Subianto/fb)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Guna menjaga stabilitas politik dan pemerintahannya ke depan, Prabowo perlu bergegas melakukan perbaikan.

Rekonsolidasi kekuatan menjadi kata kunci untuk menjaga keseimbangan politik kekuasaan yang sedang dijalankan.

Tanpa rekonsolidasi yang bersifat segera, pemerintahan yang berjalan akan sangat rapuh dan ripuh.

Dan, dalam konteks yang lebih luas, nasib rakyat akan tergadai. Ada lima hal yang bisa dilakukan oleh Prabowo untuk merekonsolidasi kembali kekuatannya.

Pertama, power sharing yang dilakukan di pemerintahan, utamanya di kabinet, perlu dievaluasi kembali dengan berpijak pada prinsip meritokrasi.

Presiden Prabowo perlu mengevaluasi secara langsung kinerja para pembantunya dengan menggunakan indikator kuantitatif dan kualitatif yang terukur.

Jika terbukti ada pembantu yang tidak prestatif, maka harus segera dievaluasi dan disikapi.

Kedua, merekonsolidasi kekuatan partai politik pendukung.

Dinamika dalam dua tahun pemerintahan yang berjalan menunjukkan bahwa pembagian kekuasaan tidak bisa hanya berdasarkan jumlah kursi di parlemen—berbasis kuota—tapi juga menyoal kinerja, loyalitas, dan kontribusi terhadap soliditas koalisi.

Kekuatan pendukung yang terbukti loyal mengawal program pemerintah, tak segan memberi masukan kritis, namun tetap berkomitmen menjaga soliditas, perlu mendapat reward lebih.

Ketiga, Presiden Prabowo perlu lebih giat turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi riil yang berjalan di masyarakat.

Hal ini penting sebagai langkah preventif agar informasi tentang kerakyatan dan kebangsaan yang diterima benar-benar kompatibel dengan situasi empirik yang berjalan.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Mengarsiteki Kedaulatan Finansial Gen Z: Membedah Ilusi Inklusi dalam Kebijakan Rekening Otomatis
BULOG Medan Gencarkan Gerakan Pangan Murah, Masyarakat Bisa Dapat Beras dan Minyak Harga Terjangkau
Konflik DPRD dan Bupati Tapteng Berakhir, 9 dari 10 Tuntutan Dewan Disepakati
Dinkes Sumut Minta Siswa Teliti Sebelum Konsumsi MBG: Cek Aroma, Warna dan Batas Waktu
DPRD Sumut Beri Waktu 2 Hari untuk Turunkan Harga Ayam, Produsen Terancam Ditindak
Kondisi Siswi Korban Dugaan Keracunan MBG Memburuk, Bobby Nasution Minta Krismas Dirujuk ke Medan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru