BREAKING NEWS
Jumat, 25 September 2026

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Menguat ke Level Rp 17.903 per Dolar AS di Tengah Gejolak Global

Administrator - Jumat, 25 September 2026 16:35 WIB
Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Menguat ke Level Rp 17.903 per Dolar AS di Tengah Gejolak Global
ilustrasi - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada perdagangan Jumat (25/9/2026). (Foto: emitennews)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada perdagangan Jumat (25/9/2026). Rupiah naik 13 poin atau sekitar 0,07 persen ke level Rp17.903 per dolar AS.

Analis pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan pergerakan rupiah masih dipengaruhi sentimen eksternal. Salah satunya perkembangan konflik antara AS dan Iran serta upaya negosiasi untuk mencari jalan keluar dari ketegangan tersebut.

Menurut Ibrahim, negosiasi AS dan Iran di New York disebut tengah membahas sejumlah langkah bertahap, termasuk kemungkinan pembukaan kembali Selat Hormuz dan pencabutan blokade ekonomi terhadap Iran.

Baca Juga:

"Arab Saudi mencegat enam rudal balistik yang ditembakkan oleh kelompok Houthi Yaman yang didukung Iran, sehingga menggagalkan serangan terhadap provinsi Taif di wilayah selatan dan kawasan Yanbu di tepi Laut Merah; demikian pernyataan koalisi pimpinan Saudi di Yaman," tulis Ibrahim dalam risetnya.

Sentimen lainnya datang dari hubungan dagang AS dan China. Menteri Keuangan AS Scott Bessent disebut mengonfirmasi bahwa Washington dan Beijing sepakat memperpanjang gencatan senjata perdagangan hingga 10 Januari 2027.

Di sisi lain, perhatian pasar juga tertuju pada kebijakan moneter AS. Sejumlah pejabat Federal Reserve (The Fed) membuka peluang kenaikan suku bunga lanjutan untuk menjaga inflasi tetap berada pada target.

Presiden The Fed New York John Williams mengatakan kenaikan suku bunga masih mungkin dilakukan sebelum akhir tahun. Sementara itu, Presiden The Fed Cleveland Beth Hammack mengingatkan tingginya inflasi dalam waktu lama dapat semakin menyulitkan upaya mengembalikannya ke target.

Sentimen positif dari perekonomian AS turut menjadi perhatian pasar. Data Purchasing Managers' Index (PMI) S&P Global menunjukkan PMI Komposit AS naik secara tidak terduga ke level 58,4 pada September, menjadi level tertinggi dalam lima tahun.

Data klaim awal tunjangan pengangguran AS juga turun menjadi 197.000 pada pekan yang berakhir 19 September, lebih rendah dibandingkan ekspektasi pasar sebesar 201.000.

Dari dalam negeri, pergerakan rupiah masih menghadapi tekanan akibat kondisi ekonomi global dan kenaikan harga minyak. Ibrahim menyebut konflik yang berkaitan dengan Iran serta gangguan pasokan energi meningkatkan tekanan inflasi global.

Kondisi tersebut berpotensi mendorong bank sentral di berbagai negara mempertahankan atau menaikkan suku bunga untuk mengendalikan inflasi. Namun, suku bunga yang lebih tinggi juga dapat meningkatkan biaya pinjaman pemerintah dan mempersempit ruang fiskal.

Untuk menjaga stabilitas rupiah, pemerintah melalui Kementerian Keuangan bersama Bank Indonesia melakukan koordinasi kebijakan fiskal dan moneter. Langkah tersebut mencakup penguatan pertumbuhan ekonomi, stabilitas sektor eksternal, pengelolaan likuiditas, pengendalian inflasi dan pendalaman pasar keuangan.

Editor
: Administrator
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.928 per Dolar AS, Ini Faktor yang Menekannya
Rupiah Terus Tertekan, Dibuka Turun 43 Poin ke Rp17.861 per Dolar AS
Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat ke Level Rp 17.818 per Dolar AS
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp 17.884 per Dolar AS, Ini Faktor Pemicunya
Rupiah Melemah ke Rp17.887, Jadi Mata Uang Asia dengan Koreksi Terdalam
Rupiah Dibuka Merah Hari Ini, Analis Prediksi Bisa Tembus Rp18.000 per Dolar AS
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru