Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA - Harga sejumlah komoditas pangan di tingkat pedagang eceran nasional mengalami pergerakan pada Jumat (2/10/2026). Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia, harga cabai rawit merah tercatat Rp96.300 per kilogram, sedangkan telur ayam ras Rp28.550 per kilogram.
Data PIHPS yang dilansir pada Jumat pukul 10.00 WIB juga mencatat harga sejumlah bahan pangan lainnya, mulai dari bawang, beras, cabai hingga daging dan minyak goreng.
Harga bawang merah tercatat Rp37.350 per kilogram, sedangkan bawang putih berada di level Rp37.750 per kilogram.
Baca Juga:
Untuk beras kualitas bawah I, harganya tercatat Rp14.950 per kilogram. Beras kualitas bawah II berada di Rp14.750 per kilogram.
Sementara itu, beras kualitas medium I dijual dengan harga Rp16.400 per kilogram dan beras medium II Rp16.250 per kilogram.
Harga beras kualitas super I tercatat Rp17.500 per kilogram, sedangkan beras kualitas super II berada di Rp16.950 per kilogram.
Di kelompok komoditas cabai, PIHPS mencatat harga cabai merah besar sebesar Rp57.600 per kilogram. Cabai merah keriting berada di level Rp69.250 per kilogram, sementara cabai rawit hijau Rp61.300 per kilogram.
Untuk komoditas protein hewani, harga daging ayam ras segar tercatat Rp41.000 per kilogram. Sementara daging sapi kualitas I berada di Rp150.200 per kilogram dan daging sapi kualitas II Rp140.950 per kilogram.
Harga gula pasir kualitas premium tercatat Rp20.450 per kilogram. Sedangkan gula pasir lokal berada di level Rp19.200 per kilogram.
Untuk minyak goreng, harga minyak goreng curah tercatat Rp20.250 per liter. Minyak goreng kemasan bermerek I dan bermerek II masing-masing berada di level Rp23.950 per liter.
Adapun harga telur ayam ras yang tercatat dalam data PIHPS berada di level Rp28.550 per kilogram.
Pergerakan harga tersebut merupakan data harga pangan nasional di tingkat pedagang eceran yang dicatat PIHPS pada Jumat (2/10/2026) pukul 10.00 WIB. Harga komoditas di masing-masing daerah dapat berbeda sesuai kondisi pasar setempat.* (an/dh)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.