BREAKING NEWS
Minggu, 25 Oktober 2026

IHSG Rontok 3,28% Sepekan Ditikam Aksi Asing, BEI Langsung 'Turun Tangan' Rombak Aturan Main Pasar Modal

Adelia Syafitri - Sabtu, 03 Oktober 2026 10:43 WIB
IHSG Rontok 3,28% Sepekan Ditikam Aksi Asing, BEI Langsung 'Turun Tangan' Rombak Aturan Main Pasar Modal
ilustrasi - IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat penurunan 3,28 persen sepanjang perdagangan pekan 28 September hingga 2 Oktober 2026. Pada akhir pekan, IHSG ditutup di level 6.036,888. (Foto: Sulthony Hasanuddin/ANTARA FOTO)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat penurunan 3,28 persen sepanjang perdagangan pekan 28 September hingga 2 Oktober 2026. Pada akhir pekan, IHSG ditutup di level 6.036,888.

Sekretaris Perusahaan BEI Elsierra Putri Yosita mengatakan posisi IHSG tersebut mengalami penurunan dibandingkan penutupan pekan sebelumnya yang berada di level 6.241,892.

"Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada level 6.036,888, berubah 3,28 persen dibandingkan posisi penutupan pekan sebelumnya sebesar 6.241,892," kata Elsierra dalam keterangan yang disampaikan Jumat (2/10/2026).

Baca Juga:

Meski secara mingguan terkoreksi, IHSG pada perdagangan Jumat (2/10/2026) justru ditutup menguat 27,39 poin atau 0,46 persen ke level 6.036,89.

Di tengah pergerakan tersebut, aksi jual bersih investor asing masih mewarnai perdagangan saham. Pada Jumat, investor asing mencatat net sell sekitar Rp1,27 triliun berdasarkan bahan yang disampaikan BEI.

Tekanan dari investor asing juga tercermin dalam akumulasi sepanjang 2026. Nilai jual bersih investor asing disebut telah mencapai Rp82,55 triliun.

Di sisi lain, BEI melakukan sejumlah penyempurnaan kebijakan pasar modal pada pekan yang sama. Kebijakan tersebut mencakup penyesuaian batas harga dan Auto Rejection, penyempurnaan kriteria Papan Pemantauan Khusus, serta penerapan Short Selling dan Intraday Short Selling (IDSS).

Sejak Senin (28/9/2026), BEI menurunkan batas harga minimum Efek Bersifat Ekuitas dan Dana Investasi Infrastruktur (DINFRA) dari Rp50 menjadi Rp1.

Penyesuaian tersebut juga diikuti perubahan ketentuan Auto Rejection. Untuk saham dengan rentang harga Rp1-Rp10, batas Auto Rejection Atas (ARA) dan Auto Rejection Bawah (ARB) ditetapkan sebesar Rp1.

Sementara saham dengan harga di atas Rp10 tetap menggunakan ketentuan ARB asimetris 15 persen hingga 31 Desember 2026.

Untuk DINFRA dengan harga Rp1-Rp10, batas ARA dan ARB juga ditetapkan Rp1. Sedangkan DINFRA dengan harga di atas Rp10 memiliki batas ARA dan ARB masing-masing 10 persen.

Pada hari yang sama, BEI memperbarui ketentuan Papan Pemantauan Khusus melalui Peraturan I-X dan II-X. Sejumlah kriteria pemantauan berbasis harga, likuiditas, free float, dan aktivitas perdagangan dihapus.

Namun, kriteria fundamental perusahaan seperti laporan keuangan, pendapatan, ekuitas negatif, serta kondisi terkait Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) atau kepailitan tetap dipertahankan.

Mekanisme Full Call Auction (FCA) juga disempurnakan melalui penerapan Non-Cancellation Period yang berkaitan dengan proses pembentukan harga atau *price discovery*.

Perubahan kebijakan BEI berlanjut pada Kamis (1/10/2026) dengan dimulainya transaksi Short Selling dan Intraday Short Selling (IDSS).

Pada tahap awal, transaksi IDSS dapat diakses investor individu domestik hingga 31 Desember 2026 melalui dua Anggota Bursa yang telah memiliki lisensi, yakni PT Ajaib Sekuritas Asia dan PT Semesta Indovest Sekuritas.

Terdapat lima saham yang masuk dalam daftar efek IDSS pada tahap awal, yaitu ASII, BBCA, BRPT, BUMI, dan INDF.

Dalam skema IDSS, posisi short wajib diselesaikan pada hari bursa yang sama sebelum sesi perdagangan berakhir. Persyaratan jaminan awal yang ditetapkan minimal Rp50 juta atau 50 persen dari nilai transaksi.

Dengan berbagai perubahan tersebut, perdagangan saham domestik pada pekan 28 September-2 Oktober 2026 berlangsung di tengah tekanan IHSG secara mingguan sekaligus penerapan sejumlah kebijakan baru di pasar modal.

Pada penutupan Jumat (2/10/2026), IHSG mampu menguat ke level 6.036,89 atau naik 0,46 persen dalam sehari, meski secara keseluruhan masih mencatat koreksi 3,28 persen dalam sepekan.* (oz/dh)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
IHSG Terkoreksi ke Bawah Level 6.000 pada Jumat Pagi, 362 Saham Melemah
Buka Perdagangan Oktober 2026, IHSG Bolak-balik Hijau-Merah Pagi Ini
IHSG Dibuka Menguat 0,37 Persen ke Level 6.144 Rabu Pagi
IHSG Merah Membara di Pagi Hari Ambruk ke Level 6.112, Seluruh Sektor Tumbang
IHSG Awal Pekan Merah di Level 6.209, Sektor Tekno Anjlok Parah
IHSG Dibuka Menguat 0,28 Persen ke Level 6.316, Saham AMRT dan CUAN Naik
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru