Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Sepanjang perdagangan minggu lalu, harga emas dunia turun lebih dari 3 persen.
Tekanan terhadap harga emas sebelumnya datang dari penguatan dolar Amerika Serikat dan kenaikan imbal hasil atau yield obligasi pemerintah AS.
Dollar Index, yang mengukur posisi dolar AS terhadap enam mata uang utama dunia, menguat hampir 1 persen sepanjang pekan lalu.
Sementara itu, yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun berada di atas level 5,2 persen.
Penguatan dolar AS biasanya menjadi tekanan bagi harga emas.
Sebab, emas diperdagangkan menggunakan dolar sehingga penguatan mata uang tersebut membuat emas relatif lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain.
Selain itu, emas merupakan aset yang tidak memberikan imbal hasil atau non-yielding asset.
Karena itu, daya tarik emas dapat berkurang ketika instrumen investasi lain menawarkan imbal hasil yang lebih tinggi.
Pergerakan dolar AS dan yield obligasi pemerintah AS turut dipengaruhi oleh ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga Federal Reserve atau The Fed.
Berdasarkan CME FedWatch, peluang kenaikan Federal Funds Rate sebesar 25 basis poin menjadi 4-4,25 persen dalam rapat Oktober berada di 22,1 persen.
Sementara itu, peluang kenaikan suku bunga dalam rapat Desember mencapai 68,7 persen.
Ekspektasi kenaikan suku bunga menjadi salah satu faktor yang diperhatikan investor emas karena dapat meningkatkan daya tarik aset yang memberikan imbal hasil dibandingkan emas.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.