BREAKING NEWS
Senin, 05 Oktober 2026

Harga Emas Antam Naik Lagi 5 Oktober 2026, Tembus Rp2,58 Juta per Gram

Adelia Syafitri - Senin, 05 Oktober 2026 08:57 WIB
Harga Emas Antam Naik Lagi 5 Oktober 2026, Tembus Rp2,58 Juta per Gram
Ilustarsi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Harga emas batangan Logam Mulia produksi PT Aneka Tambang Tbk atau Antam naik pada perdagangan Senin, 5 Oktober 2026.

Harga emas Antam hari ini tercatat Rp2.580.000 per gram. Harga tersebut naik Rp6.000 dibandingkan perdagangan sehari sebelumnya.

Kenaikan juga terjadi pada harga pembelian kembali atau buyback.

Baca Juga:

Antam menetapkan harga buyback sebesar Rp2.386.000 per gram, naik Rp6.000 dalam sehari.

Pergerakan harga emas Antam tersebut terjadi ketika harga emas dunia di pasar internasional juga bergerak menguat.

Daftar Harga Emas Antam 5 Oktober 2026

Berikut daftar harga emas batangan Logam Mulia Antam pada Senin, 5 Oktober 2026:

0,5 gram: Rp1.337.000
1 gram: Rp2.574.000
2 gram: Rp5.088.000
3 gram: Rp7.607.000
5 gram: Rp12.645.000
10 gram: Rp25.235.000
25 gram: Rp62.962.000
50 gram: Rp125.845.000
100 gram: Rp251.612.000
250 gram: Rp628.765.000
500 gram: Rp1.257.320.000
1.000 gram: Rp2.514.600.000

Harga tersebut mengacu pada daftar harga emas batangan Logam Mulia Antam pada 5 Oktober 2026.

Di pasar internasional, harga emas dunia juga bergerak naik.

Pada pukul 07.54 WIB, harga emas di pasar spot tercatat menguat 0,36 persen menjadi US$4.154,8 per troy ons.

Kenaikan tersebut terjadi setelah harga emas dunia mengalami koreksi cukup dalam pada pekan sebelumnya.

Sepanjang perdagangan minggu lalu, harga emas dunia turun lebih dari 3 persen.

Tekanan terhadap harga emas sebelumnya datang dari penguatan dolar Amerika Serikat dan kenaikan imbal hasil atau yield obligasi pemerintah AS.

Dollar Index, yang mengukur posisi dolar AS terhadap enam mata uang utama dunia, menguat hampir 1 persen sepanjang pekan lalu.

Sementara itu, yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun berada di atas level 5,2 persen.

Penguatan dolar AS biasanya menjadi tekanan bagi harga emas.

Sebab, emas diperdagangkan menggunakan dolar sehingga penguatan mata uang tersebut membuat emas relatif lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain.

Selain itu, emas merupakan aset yang tidak memberikan imbal hasil atau non-yielding asset.

Karena itu, daya tarik emas dapat berkurang ketika instrumen investasi lain menawarkan imbal hasil yang lebih tinggi.

Pergerakan dolar AS dan yield obligasi pemerintah AS turut dipengaruhi oleh ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga Federal Reserve atau The Fed.

Berdasarkan CME FedWatch, peluang kenaikan Federal Funds Rate sebesar 25 basis poin menjadi 4-4,25 persen dalam rapat Oktober berada di 22,1 persen.

Sementara itu, peluang kenaikan suku bunga dalam rapat Desember mencapai 68,7 persen.

Ekspektasi kenaikan suku bunga menjadi salah satu faktor yang diperhatikan investor emas karena dapat meningkatkan daya tarik aset yang memberikan imbal hasil dibandingkan emas.

"Emas rasanya lebih cepat merespons kemungkinan kenaikan suku bunga ketimbang penurunan," sebut Suki Cooper, Global Head of Commodity Research di Standard Chartered.

Dengan perkembangan tersebut, pelaku pasar masih mencermati arah kebijakan The Fed, pergerakan dolar AS, dan imbal hasil obligasi pemerintah AS untuk melihat arah harga emas selanjutnya.* (bb/ad)

Editor
: Mass Arie
0 komentar
Tags
beritaTerkait
iQOO 16 Meluncur! Punya Baterai 8.400 mAh dan Fast Charging 100W, Harga Mulai Rp15,9 Juta
Harga Pangan Hari Ini 4 Oktober 2026: Cabai Melonjak, Daging Sapi Naik Tipis, Beras Tetap Stabil
Harga Emas Antam Turun Rp23 Ribu Sepekan, Cek Harga Terbarunya Hari Ini
10 Saham dengan Kenaikan Tertinggi Pekan Ini, BSWD Melonjak 142 Persen!
Harga iPhone 15 dan iPhone 16 Turun Rp1,5 Juta, Cek Daftar Lengkap Harga Terbarunya di Oktober 2026
Sumatera dalam Sejarah Islam Nusantara, Benarkah Jadi Pintu Awal Masuknya Islam?
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru