BREAKING NEWS
Senin, 05 Oktober 2026

IHSG Ditutup Menguat 1,36 Persen ke Level 6.118, Didorong Ekspektasi Kebijakan The Fed

Administrator - Senin, 05 Oktober 2026 16:51 WIB
IHSG Ditutup Menguat 1,36 Persen ke Level 6.118, Didorong Ekspektasi Kebijakan The Fed
ilustrasi - IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 81,97 poin atau 1,36 persen ke level 6.118,86 pada perdagangan Senin (5/10/2026). (Foto: Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 81,97 poin atau 1,36 persen ke level 6.118,86 pada perdagangan Senin (5/10/2026). Penguatan IHSG mengikuti mayoritas bursa saham Asia di tengah ekspektasi kebijakan The Federal Reserve (The Fed) yang lebih dovish.

Kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 juga naik 7,77 poin atau 1,30 persen ke posisi 603,23.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan penguatan bursa regional Asia dipengaruhi data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah dari perkiraan.

Baca Juga:

"Bursa regional Asia bergerak menguat seiring dengan data pekerjaan Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah mendorong dan mengurangi tekanan pada The Fed untuk terus memperketat kebijakan moneter," ujar Nico dalam kajiannya.

Data ketenagakerjaan AS menunjukkan tambahan pekerjaan pada September 2026 hanya mencapai 29.000, jauh di bawah ekspektasi peningkatan 90.000. Tingkat pengangguran juga naik menjadi 4,2 persen, sementara pertumbuhan upah tahunan melambat menjadi 3 persen.

Menurut Nico, kondisi tersebut dapat mengurangi tekanan terhadap The Fed untuk kembali menaikkan suku bunga. Pasar pun memperkirakan bank sentral AS berpeluang mempertahankan suku bunga pada pertemuan Oktober 2026.

Namun, pasar masih mewaspadai tingginya imbal hasil obligasi pemerintah AS dan harga minyak dunia. Yield Treasury AS tenor 10 tahun berada di sekitar 5,25 persen, sementara tenor 30 tahun berada di sekitar 5,6 persen.

Dari dalam negeri, pergerakan IHSG masih dibayangi tekanan terhadap rupiah, tingginya yield obligasi AS serta harga minyak dunia yang masih berada pada level tinggi.

Nico menyebut kondisi tersebut meningkatkan perhatian terhadap risiko inflasi dan kerentanan eksternal Indonesia. Inflasi September 2026 disebut mencapai 3,28 persen, mendekati batas atas target Bank Indonesia sebesar 3,5 persen.

Meski demikian, IHSG mampu bertahan di zona positif sejak pembukaan hingga penutupan perdagangan. Berdasarkan indeks sektoral IDX-IC, sebanyak 10 sektor mengalami penguatan.

Sektor properti menjadi penguat terbesar dengan kenaikan 2,13 persen. Sektor barang baku naik 1,89 persen, sedangkan sektor barang konsumen nonprimer menguat 1,84 persen.

Sementara itu, hanya satu sektor yang melemah, yakni sektor teknologi yang turun 0,98 persen.

Editor
: Administrator
0 komentar
Tags
beritaTerkait
IHSG Dibuka Menguat 0,71 Persen: Saham BBCA, BBRI dan TLKM Kompak Naik!
10 Saham dengan Kenaikan Tertinggi Pekan Ini, BSWD Melonjak 142 Persen!
IHSG Rontok 3,28% Sepekan Ditikam Aksi Asing, BEI Langsung 'Turun Tangan' Rombak Aturan Main Pasar Modal
IHSG Terkoreksi ke Bawah Level 6.000 pada Jumat Pagi, 362 Saham Melemah
Buka Perdagangan Oktober 2026, IHSG Bolak-balik Hijau-Merah Pagi Ini
IHSG Dibuka Menguat 0,37 Persen ke Level 6.144 Rabu Pagi
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru