BREAKING NEWS
Rabu, 07 Oktober 2026

Gercep PDIP Sumut Salurkan Tali Asih untuk Siswa Korban Keracunan MBG di Asahan, Pastikan Korban Tak Sendiri

Abyadi Siregar - Senin, 05 Oktober 2026 15:57 WIB
Gercep PDIP Sumut Salurkan Tali Asih untuk Siswa Korban Keracunan MBG di Asahan, Pastikan Korban Tak Sendiri
DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara melanjutkan pemberian tali asih kepada siswa yang terdampak dugaan keracunan program MBG di Kabupaten Asahan. Bantuan diberikan kepada 21 siswa di MTsN 2 Asahan, Kisaran, Senin (5/10/2026). (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

ASAHAN - DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara melanjutkan pemberian tali asih kepada siswa yang terdampak dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Asahan. Bantuan diberikan kepada 21 siswa di MTsN 2 Asahan, Kisaran, Senin (5/10/2026).

Pemberian bantuan tersebut merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa yang sebelumnya dilakukan DPD PDI Perjuangan Sumut kepada siswa terdampak MBG di Kabupaten Karo pada Sabtu (3/10/2026).

Wakil Ketua Bidang Politik DPD PDI Perjuangan Sumut Sutrisno Pangaribuan mengatakan pemberian tali asih tersebut merupakan bentuk kepedulian partainya terhadap siswa dan keluarga yang terdampak.

Baca Juga:

"Kami melanjutkan apa yang sudah dilakukan di Karo. Ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada anak-anak dan keluarga yang terdampak. Kami ingin mereka tahu bahwa mereka tidak sendiri dan ada yang hadir memberikan dukungan di tengah situasi yang mereka hadapi," ujar Sutrisno.

Menurut Sutrisno, bantuan tersebut tidak hanya dimaksudkan untuk membantu secara materi, tetapi juga sebagai dukungan moral bagi siswa dan keluarga setelah mengalami kejadian yang tidak diharapkan.

"Kita bisa membayangkan bagaimana perasaan anak-anak dan orang tua setelah mengalami kejadian seperti ini. Karena itu, kami ingin datang, bertemu langsung, mendengar dan memberikan sedikit penguatan. Mudah-mudahan mereka segera pulih dan bisa kembali menjalani hari-hari mereka dengan tenang," katanya.

Bantuan diberikan dalam bentuk tabungan melalui kerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI). Besaran bantuan disesuaikan dengan kondisi siswa terdampak.

Untuk siswa yang mengalami kondisi berat hingga menjalani perawatan dan dirujuk, bantuan sebesar Rp2,5 juta per orang diberikan khusus untuk siswa di Kabupaten Karo. Sementara siswa yang menjalani rawat inap mendapatkan Rp500 ribu per orang, sedangkan siswa terdampak yang tidak menjalani perawatan memperoleh Rp300 ribu per orang.

"Nilainya mungkin tidak akan menghapus apa yang sudah mereka alami. Tetapi kami berharap bantuan ini bisa sedikit meringankan dan menjadi tanda bahwa ada orang-orang yang ikut memikirkan mereka. Bagi kami, itu yang paling penting," ujar Sutrisno.

Pemberian tali asih di Asahan sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada Senin (5/10/2026) pukul 16.00 WIB. Namun, waktu pelaksanaan kemudian disesuaikan menjadi pukul 10.00 WIB agar tidak mengganggu kegiatan belajar siswa.

Dalam kegiatan tersebut, DPD PDI Perjuangan Sumut menugaskan Sekretaris Soetarto untuk menyerahkan bantuan. Ia didampingi Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Asahan Rosmansyah, jajaran pengurus DPC serta anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Asahan.

Sutrisno mengatakan perhatian terhadap siswa terdampak tidak berhenti pada pemberian bantuan. Menurutnya, perkembangan kondisi anak-anak dan persoalan yang berkaitan dengan pelaksanaan program MBG tetap perlu menjadi perhatian bersama.

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Pinjaman KUR BRI Rp100 Juta 2026, Berapa Angsuran per Bulan? Ini Rinciannya
Instruksi Megawati, PDI Perjuangan Sumut Salurkan Tali Asih untuk 495 Siswa Diduga Keracunan MBG di Karo
Eks Mendikbud Muhadjir Effendy Buka Suara soal Suket Penyetaraan Ijazah Gibran
BGN Temukan Yayasan Minta Setoran ke Mitra SPPG Berdasarkan Jumlah Ompreng
Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Ini Hal yang Dipersoalkan Pelapor soal Dokumen Pendidikan
Poin-Poin Penting Sidang MK soal Pendidikan Gibran
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru