BREAKING NEWS
Minggu, 11 Oktober 2026

Rayu Investor Jepang: Bobby Nasution Jajakan Potensi Lobster Nias & SDM Unggul Sumut

Abyadi Siregar - Jumat, 09 Oktober 2026 20:26 WIB
Rayu Investor Jepang: Bobby Nasution Jajakan Potensi Lobster Nias & SDM Unggul Sumut
Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution, di dampingi sejumlah OPD menerima audiensi Konsul Jenderal Jepang untuk Sumbagut, Furugori Toru, di ruang kerja Gubernur, Jumat (9/10/2026). (Foto: Diskominfo Sumut YT Hariono)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menawarkan sejumlah potensi kerja sama investasi kepada Jepang, mulai dari pengembangan sumber daya manusia (SDM), sektor kelautan dan perikanan, hingga pariwisata. Hasil laut dari Kepulauan Nias, termasuk lobster, menjadi salah satu potensi yang diharapkan dapat dikembangkan bersama.

Tawaran tersebut disampaikan Bobby saat menerima audiensi Konsul Jenderal Jepang untuk Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), Furugori Toru, di ruang kerja Gubernur Sumut, Jumat (9/10/2026).

Dalam pertemuan itu, Bobby mengatakan Sumut terus berupaya meningkatkan kualitas SDM agar mampu memenuhi kebutuhan tenaga kerja di Jepang. Kerja sama tersebut diharapkan dapat membuka peluang bagi tenaga kerja asal Sumut untuk meningkatkan keterampilan dan pengalaman.

Baca Juga:

"Kami berharap kerja sama untuk pengembangan SDM bisa terus meningkat seiring dengan kebutuhan dari Negara Jepang, dimana Sumatera Utara terus mengembangkan potensi atau meningkatkan kemampuan pekerja kita. Dan bagaimana langkah ini juga menjadi prioritas bagi Jepang," ungkap Bobby.

Selain SDM, Bobby menawarkan potensi sektor kelautan dan perikanan, terutama hasil laut dari Kepulauan Nias. Menurutnya, produksi perikanan di wilayah tersebut berpeluang memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri maupun luar negeri.

Lobster menjadi salah satu komoditas yang dinilai menjanjikan untuk dikembangkan. Bobby berharap pihak Jepang dapat melihat langsung potensi perikanan di lapangan sehingga peluang kerja sama bisa dibahas lebih lanjut.

"Karena itu, jika memungkinkan, kita bisa berdiskusi langsung di lapangan untuk melihat bagaimana potensi yang ada di sana. Karena program prioritas kami di Sumatera Utara salah satunya adalah hasil laut dan perikanan. Bagaimana ini bisa menjadi besar," kata Bobby.

Sementara itu, Furugori Toru mengapresiasi upaya pembangunan yang dilakukan Pemerintah Provinsi Sumut. Ia menyebut beberapa bidang yang menjadi perhatian Jepang di Sumut, di antaranya pengembangan SDM, lingkungan, energi, dan teknologi pertanian.

Menurut Furugori, pengalaman warga Indonesia yang bekerja di Jepang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan setelah mereka kembali ke Tanah Air.

Jepang juga memiliki teknologi pengolahan limbah industri dan teknologi pertanian yang berpotensi mendukung peningkatan produktivitas di Indonesia.

"Untuk pengembangan SDM, warga Indonesia yang bekerja di Jepang bisa membawa pengalamannya bekerja untuk bisa diterapkan di Indonesia. Juga ada teknologi pengolahan limbah industri. Termasuk teknologi pertanian sehingga bisa meningkatkan produksi," ujarnya.

Furugori mengatakan dirinya akan segera mengakhiri masa tugas di Sumut dan kembali ke Jepang. Meski demikian, ia berkomitmen menyampaikan peluang kerja sama yang dibahas dalam pertemuan tersebut kepada pejabat yang akan menggantikannya.

Ia juga menyebut sejumlah potensi investasi di Sumut akan menjadi bahan pembahasan dalam pertemuan di Kedutaan Jepang di Jakarta.

"Saya akan sampaikan ini kepada penerus nantinya yang akan menggantikan saya. Agar kerja sama yang telah terjalin selama ini, bisa ditingkatkan lagi. Saya juga sudah merasakan nikmatnya berada di Sumatera Utara dengan kulinernya yang sangat enak. Saya mohon izin kembali ke Jepang. Selanjutnya penerus saya akan melanjutkan apa yang sudah kita bahas di sini," ungkap Furugori.

Pertemuan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat Pemprov Sumut, antara lain Kepala DPMPTSP Nurbaiti Harahap, Kepala Dinas Perindag ESDM Deddy JP Harahap, dan Kepala Dinas Kominfo Erwin Hotmansah Harahap.

Pada akhir pertemuan, Bobby menyerahkan cendera mata kepada Furugori sebagai bentuk apresiasi sekaligus tanda perpisahan menjelang berakhirnya masa tugasnya di Sumut.

Pemerintah Provinsi Sumut berharap komunikasi dengan Jepang dapat membuka peluang kerja sama lebih luas, khususnya dalam pengembangan SDM, pemanfaatan teknologi, serta penguatan sektor kelautan dan perikanan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.* (dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Harga Ayam di Medan Mulai Turun, Kini Rp 40 Ribu hingga Rp 43 Ribu per Kg
Pemprov Sumut dan PLN Perkuat Program Listrik Desa, 47 Lokasi Prioritas di Kepulauan Nias dan Madina
Tak Sekadar Tempat Kuliah! Menkop Dorong UNITA Jadi Motor Ekonomi Danau Toba Lewat Koperasi
Kemenko Baru Bahlil 'Numpang' Anggaran ESDM, Kemenkeu Buka-bukaan Soal Modal Awal
Bukan Cuma Reuni Wagub Sumut Tantang Alumni UINSU Bikin Karya Nyata dan Buka Lapangan Kerja
Harga Cabai Merah Keriting di Sejumlah Wilayah Sumut Tembus Rp92.500 Per Kilogram, Jauh di Atas HET
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru