BREAKING NEWS
Minggu, 11 Oktober 2026

Ganjel Defisit APBN, Kemenkeu Sukses Tarik Utang Rp 494,3 T Lewat SBN

Nurul - Minggu, 11 Oktober 2026 14:21 WIB
Ganjel Defisit APBN, Kemenkeu Sukses Tarik Utang Rp 494,3 T Lewat SBN
Menteri Keuangan Suahasil Nazara. (Foto: aktualita)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Defisit APBN September 2026 Capai Rp 319 Triliun

Selain mencatat pembiayaan utang, APBN hingga akhir September 2026 mengalami defisit sebesar Rp 319 triliun atau setara 1,24% dari PDB.

Defisit terjadi karena realisasi belanja negara lebih besar dibandingkan pendapatan negara. Pemerintah mencatat belanja negara mencapai Rp 2.660,5 triliun, sedangkan pendapatan negara yang dilaporkan dalam paparan mencapai sekitar Rp 2.341,5 triliun.

Suahasil menyebut defisit tersebut masih sesuai dengan arah kebijakan fiskal pemerintah. APBN memang dirancang mengalami defisit untuk mendukung belanja negara dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Defisit saat ini 1,2% dari PDB. Jadi, ini on track," ujar Suahasil.

Pada akhir Agustus 2026, defisit APBN tercatat sebesar Rp 240,1 triliun atau sekitar 0,9% dari PDB. Angka tersebut kemudian meningkat pada akhir September seiring perkembangan pendapatan dan belanja negara.

"Ini on track karena memang APBN kita desain defisit, kenapa? Karena kita ingin belanja saat ini dengan supaya manfaat bagi masyarakat itu benar-benar maksimal dari hari ke hari," jelasnya.

Pendapatan dan Belanja Negara hingga September

Dari sisi penerimaan, realisasi pendapatan negara mencakup penerimaan pajak sebesar Rp 1.607,6 triliun atau tumbuh 24,1% secara tahunan.

Sementara itu, penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai Rp 240,1 triliun atau tumbuh 8,5%. Adapun Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tercatat sebesar Rp 492,3 triliun atau tumbuh 41,7%.

Di sisi belanja, realisasi belanja negara mencapai Rp 2.660,5 triliun atau sekitar 69,2% dari target APBN 2026 sebesar Rp 3.842 triliun. Angka tersebut tumbuh 19% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Belanja pemerintah pusat tercatat sebesar Rp 2.061,3 triliun. Jumlah itu terdiri atas belanja kementerian/lembaga sebesar Rp 1.069,4 triliun dan belanja non-kementerian/lembaga sebesar Rp 991,9 triliun.

Sementara itu, realisasi transfer ke daerah mencapai Rp 599,2 triliun atau 82,4% dari target APBN.

Pemerintah menargetkan defisit APBN mencapai 2,8% dari PDB pada akhir 2026. Suahasil menyebut perkembangan defisit hingga September masih menjadi bagian dari perjalanan pelaksanaan anggaran yang telah dirancang pemerintah.

Editor
: Administrator
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Kuwait Murka, Sebut Serangan Houthi ke Bandara Riyadh Keji & Bantai 12 Orang Sipil
Disentil PM Malaysia Soal Kabut Asap, Menlu: RI Sudah Kerahkan 60 Ribu Personel & 48 Pesawat
Puji Program Tebus Ijazah Rico Waas, Akademisi USU Warning: Awas Jadi Ladang Transaksional
Sentil Anggota DPRD yang Copot Foto Gibran, Istana: Makan Gaji Negara Kok Begitu
Saya Mundur
Bupati Labusel Turun ke Desa Air Merah, Hadirkan Layanan Publik hingga Pasar Murah
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru