Rico Waas Apresiasi Kepling Harjosari II, Minta Aparatur Utamakan Pengabdian kepada Masyarakat
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memberikan apresiasi kepada Kepala Lingkungan (Kepling) Lingkungan 3, Kelurahan Harjosari
PEMERINTAHAN
MALAYSIA -Serial MalaysiaBidaah kini tengah menjadi sorotan publik setelah sukses viral di media sosial (medsos). Serial ini berhasil mencuri perhatian penonton berkat alur cerita yang mengangkat tema sekte menyimpang, dengan balutan nuansa religius yang mendalam.
Kisahnya berfokus pada sosok Baiduri yang diperankan oleh aktris muda Riena Diana, seorang perempuan pemberani yang tanpa sadar terjerat dalam kelompok keagamaan bernama Jihad Ummah.
Dalam ceritanya, ibu Baiduri, Kalsum (diperankan oleh Fazlina Ahmad Daud), memaksa putrinya untuk bergabung dengan kelompok tersebut.
Sekilas, komunitas ini terlihat seperti kelompok religius biasa, namun ternyata dipimpin oleh sosok kharismatik, Walid Muhammad (diperankan oleh aktor senior Faizal Hussei), yang mengklaim dirinya sebagai utusan Allah dan kedudukannya setara dengan nabi dan rasul.
Seiring berjalannya waktu, Baiduri mulai mencurigai adanya kejanggalan dalam ajaran kelompok ini dan berjuang mati-matian untuk mengungkap manipulasi yang dilakukan oleh Walid Muhammad.
Menariknya, banyak yang percaya bahwa cerita dalam Bidaah bukan sekadar fiksi. Melalui akun TikTok @nuni.askara, terungkap bahwa serial ini diangkat dari kisah nyata yang dialami langsung oleh produsernya, Erma Fatimah.
Dalam wawancara yang dikutip dari laman Majority, Erma menceritakan pengalamannya dengan kelompok yang mirip dengan Jihad Ummah.
Erma mengungkapkan, awalnya semua terlihat baik-baik saja dengan ajaran yang disampaikan, namun kemudian seorang anak dari kelompok itu menceritakan kejadian mengejutkan, yakni bahwa guru mereka telah menyetubuhinya.
Erma menambahkan bahwa korban bukan hanya satu orang, melainkan beberapa murid berusia belasan hingga 20-an tahun.
Erma Fatimah menegaskan bahwa serial Bidaah dibuat bukan untuk menjatuhkan agama Islam, melainkan untuk menunjukkan bahwa penyimpangan bisa terjadi di tangan oknum yang memanfaatkan simbol agama untuk kepentingan pribadi.
Ia berharap serial ini bisa menyadarkan masyarakat mengenai bahaya sekte-sekte menyimpang yang ada di luar sana.
"Jangan hanya karena ingin anak jadi baik, lalu sembarangan memasukkan mereka ke sekolah pondok tanpa memastikan kredibilitasnya terlebih dahulu," ujar Erma.
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memberikan apresiasi kepada Kepala Lingkungan (Kepling) Lingkungan 3, Kelurahan Harjosari
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengajak masyarakat tidak menjadikan Hari Kesaktian Pancasila hanya sebagai kegiatan sere
PEMERINTAHAN
SLAWI Forum Masyarakat Peduli Pembangunan (FMPP) Kabupaten Tegal meminta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Kabupaten Te
PEMERINTAHAN
BANDA ACEH Pengadilan Tinggi Banda Aceh telah memutus 679 perkara dari total 763 perkara upaya hukum banding yang diterima hingga 30 Septem
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) menyampaikan kekhawatiran terhadap Rancangan UndangUndang (RUU) Pelindungan Ketenagakerjaan
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan melantik Komjen Pol Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri baru di Istana Kepresidenan, Jakarta, Ka
NASIONAL
MEDAN Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumatera Utara Timur Tumanggor mendorong Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan
PENDIDIKAN
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) menggelar upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Halaman Kantor Gubernur S
PEMERINTAHAN
BANDA ACEH Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan memimpin upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Mapolda Aceh, Kamis (1/10/2026).
NASIONAL
TAKENGON Festival Literasi Kabupaten Aceh Tengah Tahun 2026 resmi dibuka di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Arpus) Kabupaten Aceh Tengah
PENDIDIKAN