Kemnaker Matangkan Strategi Tripartit Jelang ILC ke-114 di Swiss, Bahas Dampak AI pada Dunia Kerja
JAKARTA Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mematangkan strategi keberangkatan Delegasi Tripartit Indonesia dalam menghadiri Internat
EKONOMI
JAKARTA– Sosok Merince Kogoya, finalis Miss Indonesia 2025 yang mewakili Papua Pegunungan, mendadak ramai menjadi sorotan publik.
Namanya viral di media sosial setelah beredar video dirinya mengibarkan bendera Israel dalam sebuah kegiatan di Papua.
Akibat insiden tersebut, Merince resmi didepak dari ajang pemilihan Miss Indonesia 2025.
Dalam sebuah video yang tersebar luas, Merince tampak menari sambil membawa bendera Israel bersama sejumlah warga Papua Pegunungan.
Tindakan ini memicu kontroversi dan perdebatan di ruang publik, mengingat Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel dan secara resmi mendukung kemerdekaan Palestina.
Tak lama setelah video itu mencuat, pihak penyelenggara Miss Indonesia 2025 memutuskan untuk mengeluarkan Merince dari kompetisi.
Keputusan ini memicu reaksi beragam, termasuk kritik yang menilai langkah tersebut sebagai bentuk diskriminasi terhadap kebebasan berekspresi.
Salah satu tokoh muda Papua, Justin Renhald Mambrasar, turut angkat suara melalui akun Instagram-nya.
Ia menyayangkan keputusan panitia yang dinilai tidak mempertimbangkan konteks dan latar belakang tindakan Merince.
"Menghargai perbedaan adalah cerminan dari kedewasaan berpikir dan kematangan berdemokrasi. Selama pandangan tersebut tidak menimbulkan kekerasan, kebencian, atau pelanggaran hukum, maka itu bagian dari hak kebebasan berekspresi yang dijamin konstitusi," tulis Justin dalam unggahannya.
Profil dan Prestasi Merince Kogoya
Merince Kogoya lahir di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, pada 4 Agustus 2005.
Saat ini ia berusia 19 tahun dan tercatat sebagai mahasiswi jurusan Manajemen di Universitas Cenderawasih, Jayapura.
Sejak di bangku sekolah, Merince dikenal sebagai sosok berprestasi.
Ia pernah meraih peringkat 1 saat lulus dari SD Negeri Impres Hedam Abepura dan Juara 3 Kompetisi Sains Nasional tingkat SMA tahun 2021.
Dalam bidang olahraga, ia juga menyabet sejumlah penghargaan di cabang bola basket tingkat provinsi.
Tak hanya akademik dan olahraga, Merince juga aktif dalam berbagai organisasi kampus dan gereja.
Ia menjabat sebagai Koordinator Kerohanian BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Cenderawasih (2024–2025), Ketua Departemen Pemberdayaan Perempuan, hingga Guru Sekolah Minggu di GKII Bethesda Abepura.
Langkah Merince di ajang Miss Indonesia 2025 terhenti karena kontroversi yang dinilai sebagian pihak sebagai bentuk ekspresi pribadi.
Meski begitu, perdebatan soal tindakan dan pemecatan Merince masih terus menjadi topik hangat di kalangan publik, khususnya warganet yang menuntut adanya keadilan dan ruang toleransi dalam menilai ekspresi individu.*
(tm/a008)
JAKARTA Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mematangkan strategi keberangkatan Delegasi Tripartit Indonesia dalam menghadiri Internat
EKONOMI
JAKARTA Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Agus Fatoni, menegaskan komitmennya dalam memperce
EKONOMI
SUMEDANG Unit Pengelola Zakat, Infak, dan Sedekah Ikatan Keluarga Alumni Universitas Padjadjaran (UPZ IKA Unpad) menyalurkan daging kurb
NASIONAL
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) mengubah pola distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari enam hari menjadi lima hari dalam sep
NASIONAL
MEDAN Forum Jurnalis Medan menyembelih empat ekor hewan kurban dalam rangka Hari Raya Iduladha 1447 H / 2026 M. Kegiatan yang berlangsun
NASIONAL
BANDA ACEH Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) menyembelih 14 ekor hewan kurban dalam rangka Hari Raya Iduladha 1447 H / 2026 M. Kegi
NASIONAL
PEKANBARU Penggerebekan pesta narkoba di sebuah tempat hiburan malam di Kota Pekanbaru, Riau, menyeret nama anak Bupati Pelalawan, Zukri
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Pakar telematika Roy Suryo menilai penanganan kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke7 RI Joko Widodo berlangsung terlalu lama
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Partai Golkar membela program bantuan 1.098 sapi kurban Presiden Prabowo Subianto yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Be
POLITIK
JAKARTA Permadi Arya alias Abu Janda membantah tudingan penghinaan terhadap masyarakat Sumatera Barat setelah dirinya dilaporkan ke Bare
HUKUM DAN KRIMINAL