BREAKING NEWS
Jumat, 01 Mei 2026

Raffi Ahmad Cerita Perjuangan Sejak Usia 13 Tahun: Harus Mau Capek, Harus Terus Bergerak!

Raman Krisna - Rabu, 06 Agustus 2025 22:28 WIB
Raffi Ahmad Cerita Perjuangan Sejak Usia 13 Tahun: Harus Mau Capek, Harus Terus Bergerak!
Raffi Ahmad dalam LPS Financial Festival 2025 di Dyandra Convention Center Surabaya, Rabu (6/8/2025). (foto: raffinagita1717/ig)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

SURABAYA — Meski bukan ekonom, regulator, atau pembuat kebijakan, kehadiran Raffi Ahmad dalam LPS Financial Festival 2025 di Dyandra Convention Center Surabaya menjadi salah satu sorotan utama forum tersebut.

Bukan untuk menghibur, Raffi hadir sebagai pelaku ekonomi kreatif, entrepreneur muda, sekaligus representasi figur publik yang belajar langsung dari tekanan hidup dan perjalanan panjang membangun karier.

Di hadapan ratusan peserta dari berbagai kalangan, Raffi membagikan pandangannya soal uang, kerja keras, waktu, hingga nilai keluarga dalam kehidupan dan bisnis.

Berbicara tanpa naskah, Raffi menyampaikan kisah yang membumi dan menginspirasi.

"Saya mulai syuting umur 13 tahun karena bapak saya sakit. Saya harus bantu keluarga. Pendidikan saya nggak tinggi, tapi saya mau belajar," ungkapnya, membuka sesi dengan kisah masa remaja yang penuh perjuangan.

Di industri hiburan, istilah riders atau permintaan khusus sering digunakan. Namun Raffi menyatakan dirinya tak pernah mengajukan hal serupa.

"Saya datang kerja karena ingin menyenangkan orang. Rejeki bukan hanya uang, tapi hubungan baik," ujarnya, menekankan pentingnya membangun koneksi sosial sebagai bentuk investasi jangka panjang.

Raffi mengakui bahwa banyak keputusannya dalam bisnis lahir dari naluri dan momentum, bukan perencanaan detail.

Baginya, kesiapan mental dan keberanian mengambil risiko jauh lebih penting daripada sekadar menunggu waktu yang ideal.

"Bisnis itu soal momen. Jangan tunggu nyaman. Harus mau capek, harus terus bergerak."

Kini, lewat RANS Entertainment dan berbagai lini usaha lainnya, Raffi aktif mengembangkan bisnis di bidang media, kuliner, olahraga, hingga digital.

Alih-alih menyebut instrumen keuangan sebagai bentuk investasi pertama, Raffi menempatkan keluarga sebagai prioritas utama.

"Honor pertama saya masuk ke ibu saya. Rejeki jangan ditahan. Kasih ke orang tua, nanti Allah ganti berkali lipat."

Bagi Raffi, prinsip berbagi dan menghargai orang tua menjadi pondasi dalam membangun rasa tanggung jawab dalam pekerjaan dan bisnis.

Dalam paparannya, Raffi menekankan bahwa waktu adalah aset terpenting yang dimiliki setiap orang.

Ia percaya bahwa kedisiplinan dalam mengatur waktu adalah tanda kedewasaan, bukan semata soal usia.

"Waktu nggak bisa diulang. Kalau kamu bisa atur waktu dengan baik, kamu sudah dewasa."

Kesadaran akan keterbatasan waktu juga menjadi motivasi Raffi dalam membangun legacy dan keberlanjutan usaha di luar dunia hiburan.

Di akhir sesi, Raffi menegaskan bahwa literasi keuangan dan kedewasaan finansial tidak selalu datang dari seminar atau pendidikan formal.

Justru pengalaman hidup, kegagalan, dan proses jatuh-bangun menjadi guru terbaik.

"Saya bukan orang paling sukses, tapi saya tahu saya nggak boleh berhenti. Yang penting, jangan takut mulai dari nol," tutupnya dengan penuh semangat.

Kehadiran Raffi Ahmad dalam forum resmi seperti LPS Financial Festival 2025 menjadi contoh nyata bagaimana tokoh publik dapat memberikan perspektif segar dalam pembelajaran keuangan, khususnya kepada generasi muda.*

(cb/a008)

Editor
:
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru