Cegah Perdagangan Orang hingga ke Desa, Kemenimipas Perkuat Peran Pimpasa di Sumut
MEDAN Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) memperluas upaya pencegahan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan tinda
HUKUM DAN KRIMINAL
Jakarta – Penyanyi dangdut senior, Iis Dahlia, kembali menjadi sorotan publik setelah insiden salah lirik saat menyanyikan lagu India dalam sebuah acara televisi. Kejadian ini memicu hujatan dari netizen, namun Iis Dahlia dengan santai memberikan klarifikasi mengenai peristiwa tersebut. Dalam penjelasannya, Iis mengungkapkan bahwa momen tersebut terjadi beberapa tahun lalu di acara Pagi-Pagi Pasti Happy, sebelum pandemi COVID-19.
Iis menegaskan bahwa kejadian tersebut bukanlah penampilan serius, melainkan bagian dari candaan. “Itu kan lagi becandaan. Netizen emang suka nggak tau ya itu tuh. Jadi aku inget banget, ada bintang tamu yang suka nyanyi India. Lagi becandaan. Konteksnya nggak lagi dalam konser, hey,” ujar Iis Dahlia saat ditemui di Studio Trans TV. Iis merasa reaksi netizen terhadap kejadian tersebut terlalu berlebihan.
Ia menambahkan bahwa komentar pedas tersebut hanya bagian dari candaan yang biasa terjadi di acara hiburan. “Mereka nggak tahu. Lagian juga kan namanya orang ada aja. Kalau lagi becanda-becandaan. Tapi ya sudahlah, lumayan lah gue dihina-hina, ngurangin dosa gue,” lanjutnya sambil tertawa. Meskipun sering tampil di berbagai acara, Iis Dahlia mengaku selalu berusaha menghafal lagu sesuai dengan permintaan.
Namun, ia juga menyoroti tantangan menyanyikan lagu berbahasa asing seperti lagu India. “Setiap acara itu kan beda request lagunya. Apalagi dalam lagu berbahasa asing, kayak bahasa India, bacaannya apa, diucapnya apa. Buat gue yang penting melodinya bener aja,” jelas Iis. Iis menambahkan bahwa kesalahan dalam menyanyikan lagu di acara talkshow tidak seharusnya menjadi masalah besar.
Ia menjelaskan bahwa jika kesalahan itu terjadi saat proses rekaman, ia pasti akan memeriksa lirik dengan lebih teliti. “Kalau recording lagu India, gue panggil temen yang ngerti bahasa India untuk memastikan liriknya benar. Tapi kalau acara talkshow, ya udahlah, Say,” tambahnya dengan santai. Meski dihujat, Iis Dahlia tetap percaya diri dan tidak terlalu mempermasalahkan komentar netizen. Baginya, kehidupan nyata jauh lebih penting daripada opini publik.
“Hidup gue banyak yang harus diurus. Ngapain ngurusin netizen? Mereka nggak kenal gue dan nggak tau apa yang terjadi di belakang kamera,” tegas Iis Dahlia. Iis juga mengungkapkan bahwa ia tidak akan terpengaruh oleh komentar negatif dan tetap percaya diri untuk menyanyikan lagu India di kesempatan mendatang. “Ngapain takut? Gue mah nggak akan terpengaruh sama mereka,” tutupnya. (dtk)
(christie)
MEDAN Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) memperluas upaya pencegahan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan tinda
HUKUM DAN KRIMINAL
LHOKSEUMAWE Wali Kota Lhokseumawe Sayuti Abu Bakar menyatakan dukungan terhadap percepatan penyusunan Qanun Kawasan Tanpa Rokok (KTR). R
NASIONAL
JAKARTA Pemerintah mengalokasikan Dana Desa sebesar Rp77 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027. An
EKONOMI
MEDAN Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap mengapresiasi pelaksanaan Lomba Domino Medali Ade Jona Prasetyo di Jalan Mangaan I, Ke
PEMERINTAHAN
JAKARTA Kejaksaan Agung atau Kejagung membantah dalil mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah yang me
HUKUM DAN KRIMINAL
YOGYAKARTA Masyarakat yang tercatat dalam desil 9 atau 10 Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) belum tentu merasa memiliki k
EKONOMI
MEDAN Kepala Dusun (Kadus) IV Kesatuan Harapan Baru, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, Sugimin, dituntut enam tahun penjara dalam
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Perum Bulog Cabang Medan mulai menyalurkan bantuan pangan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tahap kedua untuk alokasi JuliSeptember
EKONOMI
MAUMERE Wakil Presiden Gibran Rakabuming meminta maaf kepada warga terdampak gempa bumi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), j
NASIONAL
JAKARTA Hutan hujan tropis Indonesia dan Malaysia, termasuk kawasan hutan serta gambut di Kalimantan, pada dasarnya bukan ekosistem yang
PERISTIWA