Utusan Khusus Presiden bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad dalam acara Kemah Kebangsaan Bersinar di Buperta Cibubur, Jakarta Timur, Sabtu (25/10/2025). (foto: raffinagita1717/ig)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
JAKARTA – Presenter sekaligus artis Raffi Ahmad secara terbuka mengungkap pengalaman kelamnya saat pernah tersandung kasus narkoba beberapa tahun lalu.
Pengakuan ini disampaikannya di hadapan ratusan pelajar dalam acara Kemah Kebangsaan Bersinar di Buperta Cibubur, Jakarta Timur, Sabtu (25/10/2025).
Sebagai Utusan Khusus Presiden bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad berbagi pengalamannya untuk mengedukasi generasi muda agar menjauhi narkoba.
"Saya dulu pernah menjadi korban. Saya pernah dikasih untuk coba-coba, sampai ditangkap," kata Raffi.
Ia menambahkan, kesalahannya kala itu lahir dari ketidaktahuan dan iming-iming obat yang katanya untuk menambah stamina, yang ternyata narkoba.
Raffi menekankan, bentuk narkoba kini semakin beragam dan sulit dikenali, mulai dari permen, vape, rokok, hingga minuman yang disebut happy water.
"Biasanya ajakan ini dibungkus dengan tekanan pergaulan, seperti 'Loh, kamu enggak gaul'. Padahal keren itu bukan karena narkoba, tapi karena prestasi," ujarnya.
Ia juga menegaskan pesan Kepala BNN, Suyudi Ario Seto, untuk menjauhi narkoba.
"Benar apa yang dikatakan oleh Bapak Suyudi, Bapak Kepala BNN, jauhi narkoba! Arahan Bapak Presiden ini penting banget. Generasi muda nanti akan meneruskan perjuangan kita semua. Ingat, narkoba itu awalnya cuma coba-coba."
Rekam jejak Raffi Ahmad dalam kasus narkoba bermula saat BNN menggerebek rumahnya di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan.
Dalam penggerebekan tersebut, ditemukan zat narkotika jenis MDMA yang dicampur dalam minuman.
Operasi ini menangkap 17 orang, termasuk Raffi, yang sempat berstatus tahanan.