JAKARTA — Nama Raffi Ahmad mendadak menjadi perbincangan publik setelah disebut dalam spesial show komedi Mens Rea milik Pandji Pragiwaksono yang tayang di Netflix.
Isu ini memunculkan spekulasi terkait praktik pencucian uang (money laundering) yang dibahas dalam acara tersebut.
Menanggapi keviralan di media sosial, Pandji menegaskan bahwa penyebutan Raffi Ahmad atau "Sultan Andara" bukan dimaksudkan untuk menyerang privasi atau reputasi pribadi.
"Topik utamanya sebenarnya bukan ke situ (Raffi). Topik utamanya kan tentang keberadaan bisnis ilegal yang kemudian terkait praktik cuci uang," jelas komika berusia 46 tahun itu, ditemui di area Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (2/2).
Menurut Pandji, penggunaan figur publik hanyalah instrumen agar isu yang berat dan teknis, seperti pencucian uang, lebih mudah dipahami oleh masyarakat luas.
"Pilihan saya untuk menggunakan contoh populer supaya masyarakat awam bisa lebih aware terhadap kondisi seperti itu," tambahnya.
Pandji menyayangkan jika perhatian publik justru terdistraksi oleh nama yang muncul, sementara persoalan sistemik mengenai bisnis ilegal dan pola kejahatan keuangan luput dari perhatian.
Ia menekankan, materi Mens Rea bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap praktik bisnis gelap dan modus pencucian uang yang nyata di Indonesia.
"Lebih supaya masyarakat awam saja paham dan sadar kondisi seperti itu. Itu saja sebenarnya," tutup Pandji.*
(di/ad)
Editor
: Dharma
Nama Raffi Ahmad Disebut Saat Bahas Praktik Pencucian Uang di Mens Rea, Pandji Pragiwaksono Buka Suara