Pigai: Jangan Percaya Lembaga Survei di Indonesia, Banyak yang Abal-Abal
JAKARTA Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengkritik lembaga survei di Indonesia yang menilai kinerja Kementerian HAM masih
NASIONAL
JAKARTA -Akhir pekan ini, istilah “lavender marriage” menjadi perbincangan hangat di media sosial. Istilah tersebut semakin banyak dicari oleh netizen setelah sejumlah kabar mengenai dugaan artis ternama yang melakukannya. Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan lavender marriage?
Lavender marriage adalah pernikahan antara pria dan wanita, di mana setidaknya satu pasangan memiliki orientasi seksual homoseksual atau biseksual. Pernikahan ini tidak dilakukan atas dasar cinta romantis, melainkan untuk menyembunyikan orientasi seksual salah satu atau kedua pasangan yang terlibat.
Menurut laman Marriage, konsep ini berkembang karena pada beberapa dekade terakhir, penerimaan terhadap orientasi seksual sesama jenis atau biseksual masih sangat rendah. Oleh karena itu, banyak individu yang memilih untuk menikah dengan lawan jenis sebagai solusi untuk menutupi identitas seksual mereka.
Istilah ini pertama kali muncul pada masa kejayaan industri film Hollywood, pada 1920-an. Banyak aktor dan aktris Hollywood yang memiliki orientasi seksual sesama jenis atau biseksual, namun menikah dengan lawan jenis untuk melindungi karier mereka. Pada saat itu, studio-studio besar di AS menerapkan ‘klausul moral’ yang mengharuskan aktor atau aktris untuk mempertahankan citra baik di mata publik.
Lavender marriage dilakukan dengan berbagai alasan, salah satunya untuk menghindari diskriminasi sosial atau tekanan keluarga yang mendesak seseorang untuk menikah. Meski tidak ada cinta romantis, pasangan dalam pernikahan lavender sering kali memiliki hubungan persahabatan yang kuat dan saling mendukung dalam kehidupan sehari-hari.
Meski menawarkan solusi untuk menyembunyikan identitas seksual, pernikahan ini dapat menimbulkan ketegangan emosional. Pasangan dalam pernikahan lavender sering menghadapi tantangan psikologis seperti kecemasan, depresi, atau krisis identitas. Hubungan ini juga cenderung kekurangan ikatan romantis, yang dapat menyebabkan ketidakpuasan dalam hubungan.
(N/014)
JAKARTA Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengkritik lembaga survei di Indonesia yang menilai kinerja Kementerian HAM masih
NASIONAL
PEMATANGSIANTAR Seorang pengemudi mobil, Sapriadi (47), diamuk warga setelah diduga meninggalkan lokasi kecelakaan lalu lintas di Kota P
PERISTIWA
MANGGARAI TIMUR Video Camat Lamba Leda Utara, Agustinus Supratman, yang terlihat emosional saat berdebat dengan petugas Badan Nasional P
PERISTIWA
SURABAYA Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea mengancam akan mengumumkan nama partai politi
POLITIK
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengapresiasi kegiatan Transformasi HKBP yang digelar Huria Kristen Batak Protestan (HKBP
PEMERINTAHAN
DAIRI Polisi mengungkap alasan RS, 52 tahun, yang diduga menganiaya dua anak berinisial AGP, 7 tahun, dan AP, 6 tahun, di Kabupaten Dair
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution meninjau kondisi ratusan warga korban angin puting beliung di Kecamatan Medan Johor, Kota M
NASIONAL
MEDAN Polda Sumatera Utara menjelaskan alasan AKP Fadlun Al Fitri tidak dijatuhi sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) meski t
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan Polri telah mengantongi sejumlah nama yang diduga terlibat dalam kebakaran huta
HUKUM DAN KRIMINAL
BATAM Badan Narkotika Nasional (BNN) RI mengungkap adanya keterkaitan antara kasus penyelundupan 2,6 ton sabu cair dan 1,3 ton ketamin d
HUKUM DAN KRIMINAL