Kemenham Soroti Koordinasi Polri-TNI di Kasus Andrie Yunus, Minta Tak Ada yang Ditutup-tutupi
JAKARTA Kementerian Hak Asasi Manusia (Kemenham) menekankan pentingnya penanganan kasus kekerasan terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus,
NASIONAL
SUMBAR -Warga Pondok Pesantren Tarbiyah Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) di Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar) dikejutkan oleh berita mengejutkan mengenai salah satu oknum guru sekaligus ustaz di pesantren tersebut. Diduga keras melakukan sodomi terhadap puluhan santri, pelaku kini telah ditangkap oleh pihak kepolisian. Namun, identitas pelaku masih belum diungkap ke publik.
Menurut informasi yang diterima dari Kasat Reskrim Polresta Bukittinggi, AKP Ismail Bayu Setio Aji, pihak kepolisian telah melakukan penangkapan terhadap oknum tersebut. “Kalau ditangkap sudah. (Total korban) masih kami dalami, puluhan korban ada,” jelas Ismail dalam pernyataannya kepada kumparan pada Jumat pagi. Kasat Reskrim juga mengungkapkan bahwa proses pendalaman kasus masih berlangsung untuk mengidentifikasi jumlah pasti korban serta klarifikasi lebih lanjut mengenai modus operandi pelaku.
Ismail Bayu Setio Aji meminta agar rekan-rekan media bersabar menunggu informasi lebih lanjut. “Keterangan detail terkait kasus ini akan disampaikan secara resmi saat konferensi pers nanti. Identitas pelaku nantilah, ya. Jam 3 nanti kami rilis,” tambahnya. Permintaan ini menggambarkan sensitivitas kasus yang melibatkan institusi pendidikan dan agama, serta perlunya kehati-hatian dalam mengungkap informasi yang bisa berdampak pada proses hukum dan psikologis korban.
Kasus ini mencuat ke permukaan dan menimbulkan keprihatinan mendalam di kalangan masyarakat, khususnya di lingkungan pesantren yang dikenal sebagai tempat pendidikan dan pembinaan moral. Kejadian ini tidak hanya mempengaruhi nama baik pondok pesantren, tetapi juga menimbulkan dampak psikologis berat bagi para santri yang menjadi korban. Pihak kepolisian dan lembaga terkait diharapkan dapat menangani kasus ini dengan seksama, memberikan perlindungan kepada korban, serta memastikan bahwa keadilan ditegakkan.
Pondok Pesantren Tarbiyah Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) sebagai lembaga pendidikan berbasis agama, diharapkan juga dapat memberikan klarifikasi dan dukungan penuh kepada proses hukum. Publik menantikan transparansi dan kejelasan mengenai langkah-langkah yang akan diambil untuk menangani kasus ini dan mencegah kejadian serupa di masa depan.
Kami akan terus memantau perkembangan berita ini dan menyajikan informasi terbaru seiring dengan adanya pernyataan resmi dari pihak kepolisian dan pihak terkait lainnya.
(N/014)
JAKARTA Kementerian Hak Asasi Manusia (Kemenham) menekankan pentingnya penanganan kasus kekerasan terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus,
NASIONAL
ACEH BESAR Panitia Zakat Fitrah Gampong Lam Lumpu berhasil menghimpun 6 ton zakat fitrah selama Ramadan 1447 H. Zakat ini langsung disal
AGAMA
NAGAN RAYA Ribuan pengikut Tarekat Syattariyah di Kabupaten Nagan Raya, Aceh, merayakan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah sejak Kamis (19
NASIONAL
JAKARTA Polemik seputar ahli digital forensik Rismon Sianipar dalam kasus tudingan ijazah palsu Joko Widodo kembali memanas. Kuasa hukum
POLITIK
JAKARTA Bank Indonesia (BI) memastikan akan menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah selama periode libur panjang Idulfitri 1447 H. Langkah
EKONOMI
JAKARTA Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) kembali mengalami penurunan menjelang Lebaran 2026. Hari ini, Kamis (19/3/2026), har
EKONOMI
BATU BARA Kepedulian seorang pemuda di Kecamatan Talawi, Kabupaten Batu Bara patut diapresiasi. Husni Tamrin bersama masyarakat setempat
NASIONAL
JAKARTA Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menekankan bahwa hubungan industrial yang sehat harus dibangun atas dasar kepedulian antara m
NASIONAL
JAKARTA Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan mendesak agar kasus penyiraman air keras terhadap aktivis hak asasi manu
NASIONAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, mengumumkan layanan penitipan kendaraan gratis bagi warga yang mudik. Layanan ini disedia
PEMERINTAHAN