INALUM Salurkan TJSL di Samosir, Dukung Pendidikan, UMKM hingga Infrastruktur Air Bersih
SAMOSIR PT INALUM kembali menyalurkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di Kabupaten Samosir sebagai bagian dari komit
EKONOMI
MEDAN -Peristiwa tragis yang menimpa Jelita (25) terus mengundang perhatian publik. Sebelumnya dikabarkan meninggal karena bunuh diri, namun hasil penyelidikan terbaru mengungkap fakta lain. Diduga kuat, Jelita dibunuh oleh teman kencannya, yang dikenal dengan inisial V.
Kejanggalan KematianJasad Jelita ditemukan pada 1 Juni 2024 di kediamannya. Kejanggalan mulai terlihat ketika keluarga menemukan tanda merah di leher Jelita, yang menurut pengacara keluarga, Paul Tambunan, lebih menyerupai bekas cekikan daripada gantung diri. Autopsi pun menguatkan dugaan ini.
“Ada bekas merah di leher Jelita. Kami yakin itu bukan bekas gantung diri, melainkan cekikan,” jelas Paul.
Motif Uang dan PerselingkuhanSebelum kematiannya, Jelita sempat bercerita kepada ayahnya, Barita Sinaga, bahwa dirinya sering dipukuli oleh V. Jelita juga sempat menyebutkan bahwa ia memiliki uang sebesar Rp41 juta dan berniat meninggalkan V untuk memulai usaha telur.
Namun, pengakuan mengejutkan datang dari V yang mengklaim bahwa uang Rp41 juta tersebut adalah miliknya. Hal ini menimbulkan kecurigaan baru bahwa kematian Jelita bisa jadi terkait dengan masalah uang tersebut.
Tak hanya soal uang, Paul juga mengungkapkan bahwa Jelita pernah memergoki V berselingkuh dengan ibu tirinya. Peristiwa ini diduga kuat menjadi salah satu alasan di balik pembunuhan tersebut.
Pengakuan VPada 9 Juni 2024, Barita Sinaga mendapat kabar dari penyidik bahwa V telah mengakui perbuatannya. V mengaku mencekik Jelita karena tidak mau diajak ke Berastagi bersama teman-teman Jelita.
“V marah karena dipaksa ke Berastagi, lalu mencekik Jelita hingga tewas. Namun, kami masih sulit percaya bahwa alasan ini cukup untuk membunuh,” ujar Paul.
Kekecewaan Keluarga Terhadap PolisiKeluarga Jelita juga mengungkapkan kekecewaan terhadap Polsek Medan Sunggal. Menurut mereka, proses pengurusan laporan dipersulit dan kepolisian sempat menyatakan bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan pada kematian Jelita.
“Tidak ada keterangan lebih lanjut dari kepolisian. Kami berharap rekonstruksi segera dilakukan dan tersangka lain yang terlibat bisa diungkap ke publik,” pungkas Paul.
PenutupKematian Jelita menjadi salah satu kasus yang menyoroti berbagai aspek gelap kehidupan pribadi dan bagaimana konflik internal dapat berujung pada tragedi. Keluarga berharap kebenaran sepenuhnya terungkap dan keadilan dapat ditegakkan.
(N/014)
SAMOSIR PT INALUM kembali menyalurkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di Kabupaten Samosir sebagai bagian dari komit
EKONOMI
JAKARTA Jumlah korban jiwa akibat kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur kembali bertambah. Hingga Selasa (28/4/2026) pagi, terca
PERISTIWA
BEKASI Presiden Prabowo Subianto menjenguk langsung korban kecelakaan kereta api yang dirawat di RSUD Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (2
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menyoroti masih banyaknya perlintasan sebidang kereta api yang belum tertata dengan baik di Indonesia,
PEMERINTAHAN
BEKASI Presiden Prabowo Subianto menyoroti insiden kecelakaan kereta yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, yang
PEMERINTAHAN
JAKARTA Harga emas batangan Antam kembali mengalami kenaikan pada perdagangan hari ini, Selasa (28/4/2026). Kenaikan ini terjadi setelah
EKONOMI
JAKARTA Insiden tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam, masih teru
NASIONAL
JAKARTA Nama layanan taksi listrik Green SM menjadi sorotan setelah salah satu unit armadanya diduga terlibat dalam insiden kecelakaan k
EKONOMI
BEKASI Presiden Prabowo Subianto mengunjungi RSUD Kota Bekasi untuk menjenguk korban kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Sela
PERISTIWA
JAKARTA Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengerahkan tim investigasi untuk mengusut kecelakaan kereta api yang melibatkan
PERISTIWA