Tingkatkan Ketakwaan dengan Memaafkan, Pesan Prof. Maizuddin di Khutbah Jumat
BANDA ACEH Memaafkan kesalahan orang lain tidak hanya menjadi kunci dalam menjaga hubungan sosial yang harmonis, tetapi juga menjadi ind
AGAMA
BANDUNG -Pekan ini, bayangan kelam tragedi pembunuhan Vina Dewi dan Muhammad Rizky alias Eki, pasangan muda yang menjadi korban kekejaman sejumlah anggota geng motor, kembali memenuhi lembaran berita. Pegi Setiawan, yang selama delapan tahun menjadi buron kasus ini, akhirnya berakhir di tangan pihak berwenang.
Penangkapan Pegi, yang juga dikenal dengan nama Perong, terjadi pada Selasa (21/5/2024) di Bandung, Jawa Barat. Sebagai seorang buruh bangunan, Pegi ditangkap ketika hendak pulang dari pekerjaannya di kawasan Kopo.
Kasus pembunuhan yang memilukan itu, yang terjadi pada 27 Agustus 2016 di Jalan Raya Talun, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, telah menggugah emosi masyarakat sejak awal. Vina dan Eki ditemukan tewas secara tragis setelah dilaporkan mengalami kecelakaan tunggal. Namun, penyelidikan menyeluruh mengungkap fakta yang menggemparkan: keduanya menjadi korban pembunuhan dengan kejam sebelum mayat mereka disusun untuk menyerupai korban kecelakaan.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jabar, Kombes Pol Jules Abraham Abast, mengungkap bahwa Pegi telah berhasil menyembunyikan identitasnya selama delapan tahun dengan mengganti nama dan berpindah-pindah tempat tinggal. Namun, tekad pihak berwenang untuk mengungkap kebenaran tak pernah luntur.
Keluarga Vina dan Eki, yang masih merasakan luka mendalam atas kepergian dua orang yang mereka cintai, mengharapkan bahwa penangkapan Pegi akan membawa keadilan bagi mereka. Namun, perjalanan untuk mengungkap seluruh kebenaran di balik kasus ini masih jauh dari selesai.
Dalam momen yang sarat emosi, ibunda Pegi, Kartini, dengan tegas menyatakan bahwa anaknya tidak bersalah atas tuduhan yang dialamatkan padanya. Meskipun Pegi telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini, Kartini bersumpah untuk tetap mempercayai kejujuran anaknya.
Kini, pihak berwenang terus melakukan pendalaman kasus untuk mengungkap semua fakta yang terkait dengan pembunuhan tersebut. Sedangkan bagi keluarga Vina dan Eki, harapan akan terungkapnya kebenaran dan pemberian hukuman yang setimpal bagi para pelaku masih menjadi pengharapan yang belum terwujud.
Kasus ini juga menjadi cermin bagi sistem hukum dan penegakan keadilan di Indonesia. Masyarakat mengharapkan agar proses hukum berjalan dengan adil dan transparan serta memberikan keadilan bagi korban dan keluarga mereka.
Penangkapan Pegi Setiawan, yang selama ini merupakan buronan dalam kasus pembunuhan Vina dan Eki, membuka lembaran baru dalam perjalanan panjang pencarian keadilan bagi korban dan keluarga mereka. Semoga, dengan terus berlanjutnya proses hukum, kebenaran akan terungkap dan keadilan akan ditegakkan bagi semua pihak yang terlibat
(N/014)
BANDA ACEH Memaafkan kesalahan orang lain tidak hanya menjadi kunci dalam menjaga hubungan sosial yang harmonis, tetapi juga menjadi ind
AGAMA
JAKARTA Duta Besar (Dubes) Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, mengungkapkan alasan di balik serangkaian pertemuannya dengan seju
POLITIK
JAKARTA Iran mengklaim berhasil menembak jatuh jet tempur F35 milik Amerika Serikat (AS) di wilayah tengah negara tersebut pada Jumat,
INTERNASIONAL
JAKARTA Indonesia semakin memperkuat posisinya dalam diplomasi energi global melalui kerja sama strategis dengan Korea Selatan, khususny
EKONOMI
BATAM Kepala Imigrasi Kota Batam, Hajar Aswad, dicopot dari jabatannya setelah terjerat dalam kasus dugaan pungutan liar (pungli) yang m
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa hubungan industrial di Indonesia harus naik kelas agar pekerja ti
EKONOMI
JAKARTA Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah Indonesia atas kesediaannya un
INTERNASIONAL
BANTUL Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Wates, Bantul, tepatnya di Argorejo, Sedayu, pada Jumat (3/4/2026). Sebuah mobil Toyota Ava
PERISTIWA
TANJUNG JABUNG TIMUR Proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Suka Maju, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, kini telah
PENDIDIKAN
JAKARTA Pemerintah terus menggenjot percepatan distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai wilayah Indonesia, dengan fokus
PEMERINTAHAN