AHY Pastikan Sekolah Rakyat di Medan Siap Beroperasi Pertengahan Juli 2026
MEDAN Pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 di Jalan Flamboyan Raya II, Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota M
PENDIDIKAN
MEDAN -Pertikaian yang terjadi di antara petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Medan dan seorang pedagang martabak di Jalan Gajah Mada, Kota Medan, telah menjadi sorotan publik yang menggugah kesadaran akan pentingnya hubungan yang harmonis antara pemerintah dan masyarakat. Viral di media sosial, insiden ini memperlihatkan betapa tegangnya relasi publik di tengah tugas-tugas yang seharusnya memayungi dan melindungi masyarakat.
Peristiwa bermula saat sejumlah petugas Dishub, yang diklaim meminta martabak kepada pedagang tersebut, menimbulkan kehebohan di media sosial. Pedagang martabak tersebut menuduh petugas memaksa untuk diberi martabak secara cuma-cuma, suatu tuduhan yang kemudian ditepis oleh pihak Dishub. Namun, konflik tidak berhenti di situ. Aliran listrik ke gerobak martabak juga dicabut, menambah kompleksitas masalah.
Dalam suasana yang semakin memanas, Wali Kota Medan, Bobby Nasution, turun tangan untuk meredakan ketegangan. Beliau menekankan pentingnya pemahaman dan penegakan aturan yang jelas bagi semua pihak, baik petugas maupun pedagang. Bobby menegaskan bahwa pemerintah bertugas untuk mengayomi dan melindungi masyarakat, bukan malah menyalahgunakan kekuasaan atau mempermalaki mereka.
Komentar Bobby menyoroti hakekat demokrasi yang seharusnya memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan bersama. Beliau menegaskan bahwa tidak pantas jika petugas pemerintah malah melaporkan masyarakat ke kepolisian, dan mendesak agar laporan yang telah dibuat segera dicabut. Tanggapan ini mencerminkan semangat untuk menjaga integritas dan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pemerintahan.
Namun, persoalan ini juga mengundang pertanyaan tentang transparansi dan akuntabilitas tindakan pemerintah. Ketika aliran listrik dicabut sebagai tindakan penegakan aturan, apakah langkah tersebut sejalan dengan semangat keadilan ataukah justru menjadi bentuk intimidasi? Penyelidikan yang cermat dan tindakan yang proporsional menjadi kunci untuk menghindari penyalahgunaan kekuasaan.
Kunci dari semua ini adalah penegakan aturan yang adil dan berkeadilan. Pemerintah harus bertindak sebagai pelindung dan penegak aturan, bukan sebagai pihak yang memaksa atau menindas. Kasus ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan kembali hubungan antara pemerintah dan masyarakat, serta menegaskan komitmen untuk menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi dan keadilan bagi semua.
(N/014)
MEDAN Pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 di Jalan Flamboyan Raya II, Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota M
PENDIDIKAN
LANGKAT Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria memikul mesin outdoor AC sambil berjalan kaki sejauh sekitar dua kilometer viral d
PERISTIWA
MEDAN Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menjajaki kerja sama strategis dengan PT Rumah Tani Nusantara (RTN) guna memp
EKONOMI
JAKARTA Rencana pelibatan sekitar 1.000 taruna Akademi Militer (Akmil) dalam masa orientasi Program Sekolah Rakyat mendapat perhatian da
NASIONAL
JAKARTA Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengaku telah mengembalikan sebuah amplop yang ditinggalkan Bupati Kuantan Singingi
NASIONAL
JAKARTA Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, meminta aparat keamanan meningkatkan langkah pengamanan di Papua secara terukur menyu
NASIONAL
JAKARTA Praktisi agraria sekaligus mantan pejabat senior Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Dr. Bud
NASIONAL
KEPULAUAN SERIBU PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) kembali menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dengan melakukan rehab
NASIONAL
BANDA ACEH Polda Aceh menerima penyampaian pendapat di muka umum yang dilakukan Yayasan Lembaga Bantuan HukumKeadilan Indonesia (YLBH
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meninjau langsung progres pembang
PENDIDIKAN