Ade Armando dan Abu Janda Buka Suara Usai Dilaporkan soal Video Jusuf Kalla
JAKARTA Pengamat politik Ade Armando dan pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda merespons laporan terhadap keduanya ke Polda M
POLITIK
MEDAN -Pertikaian yang terjadi di antara petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Medan dan seorang pedagang martabak di Jalan Gajah Mada, Kota Medan, telah menjadi sorotan publik yang menggugah kesadaran akan pentingnya hubungan yang harmonis antara pemerintah dan masyarakat. Viral di media sosial, insiden ini memperlihatkan betapa tegangnya relasi publik di tengah tugas-tugas yang seharusnya memayungi dan melindungi masyarakat.
Peristiwa bermula saat sejumlah petugas Dishub, yang diklaim meminta martabak kepada pedagang tersebut, menimbulkan kehebohan di media sosial. Pedagang martabak tersebut menuduh petugas memaksa untuk diberi martabak secara cuma-cuma, suatu tuduhan yang kemudian ditepis oleh pihak Dishub. Namun, konflik tidak berhenti di situ. Aliran listrik ke gerobak martabak juga dicabut, menambah kompleksitas masalah.
Dalam suasana yang semakin memanas, Wali Kota Medan, Bobby Nasution, turun tangan untuk meredakan ketegangan. Beliau menekankan pentingnya pemahaman dan penegakan aturan yang jelas bagi semua pihak, baik petugas maupun pedagang. Bobby menegaskan bahwa pemerintah bertugas untuk mengayomi dan melindungi masyarakat, bukan malah menyalahgunakan kekuasaan atau mempermalaki mereka.
Komentar Bobby menyoroti hakekat demokrasi yang seharusnya memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan bersama. Beliau menegaskan bahwa tidak pantas jika petugas pemerintah malah melaporkan masyarakat ke kepolisian, dan mendesak agar laporan yang telah dibuat segera dicabut. Tanggapan ini mencerminkan semangat untuk menjaga integritas dan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pemerintahan.
Namun, persoalan ini juga mengundang pertanyaan tentang transparansi dan akuntabilitas tindakan pemerintah. Ketika aliran listrik dicabut sebagai tindakan penegakan aturan, apakah langkah tersebut sejalan dengan semangat keadilan ataukah justru menjadi bentuk intimidasi? Penyelidikan yang cermat dan tindakan yang proporsional menjadi kunci untuk menghindari penyalahgunaan kekuasaan.
Kunci dari semua ini adalah penegakan aturan yang adil dan berkeadilan. Pemerintah harus bertindak sebagai pelindung dan penegak aturan, bukan sebagai pihak yang memaksa atau menindas. Kasus ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan kembali hubungan antara pemerintah dan masyarakat, serta menegaskan komitmen untuk menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi dan keadilan bagi semua.
(N/014)
JAKARTA Pengamat politik Ade Armando dan pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda merespons laporan terhadap keduanya ke Polda M
POLITIK
MEDAN Program Gebyar Pajak Sumatera Utara 2026 mulai menunjukkan dampak positif terhadap penerimaan daerah. Pendapatan dari pajak kendar
EKONOMI
MEDAN Pemerintah Kota Medan menyambut kehadiran Rumah Sakit Awal Bros yang akan beroperasi di kota tersebut. Kehadiran fasilitas kesehat
KESEHATAN
BINJAI Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Langkat, Abdul Rasyidin Pane, menggelar acara syukuran bertambahnya usia di kediamannya di Kota
POLITIK
BATU BARA Kesabaran masyarakat Kabupaten Batu Bara tampaknya sudah di ujung batas. Kinerja Dinas Koperasi dan Perdagangan (Koperindag) d
EKONOMI
TARAKAN PT Pertamina EP melalui Tarakan Field menggelar sosialisasi dan edukasi penanggulangan kebakaran bagi masyarakat di Kota Tarakan
NASIONAL
MEDAN Kelompok Tani Plasma Tunas Malela Simalungun Jaya menggugat Bupati Simalungun ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan terkait p
HUKUM DAN KRIMINAL
MIMIKA Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyoroti minimnya penerangan di ruang kelas saat meninjau Sentra Pendidikan di Kabupaten Mim
NASIONAL
JAKARTA Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) resmi mengesahkan Rancangan UndangUndang tentang Pelindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT) menj
NASIONAL
JAKARTA Wakil Presiden ke10 dan ke12 RI, Jusuf Kalla (JK), menggelar pertemuan tertutup dengan sejumlah tokoh agama serta pelaku sejar
NASIONAL