Cegah Perdagangan Orang hingga ke Desa, Kemenimipas Perkuat Peran Pimpasa di Sumut
MEDAN Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) memperluas upaya pencegahan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan tinda
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA -Kasus pemerasan dalam bentuk uang besar-besaran mengguncang Kementerian Pertanian (Kementan) setelah terkuak bahwa oknum auditor dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) meminta dana sebesar Rp12 miliar agar Kementan mendapat predikat wajar tanpa pengecualian (WTP) dalam pemeriksaan keuangan. Namun, Kementan hanya membayar Rp5 miliar dari jumlah yang diminta.
Sekretaris Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Hermanto, mengungkapkan hal ini saat menjadi saksi dalam sidang lanjutan dugaan pemerasan dan gratifikasi yang menyeret mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) dan dua anak buahnya.
Pertanyaan dari jaksa terkait apakah Kementan membayar penuh Rp12 miliar tersebut menegaskan bahwa Kementan tidak memenuhi seluruh permintaan tersebut. Hermanto menyatakan bahwa ia hanya mendengar bahwa sekitar Rp5 miliar atau lebih sedikit telah dibayarkan, informasi yang ia dapatkan dari Direktur Alat dan Mesin Kementan, Muhammad Hatta.
Meski jumlah pembayaran tersebut jauh dari permintaan awal, jaksa menanyakan apakah ada penagihan untuk sisa pembayaran tersebut. Hermanto mengonfirmasi bahwa masih ada penagihan yang dilakukan oleh auditor BPK yang bernama Victor.
Menurut Hermanto, Victor terus menghubunginya untuk meminta bantuan dalam menyampaikan kekurangan pembayaran tersebut kepada pimpinan Kementan. Meskipun Hermanto telah menyampaikan bahwa informasi pembayaran telah diterima oleh Hatta, Victor masih meminta Hermanto untuk menyampaikan pesan tersebut.
Hermanto juga menjelaskan bahwa sumber pembayaran Rp5 miliar tersebut berasal dari vendor yang melakukan pekerjaan di Kementan. Meskipun terdapat keterlambatan dalam pembayaran, predikat WTP akhirnya diterima oleh Kementan setelah beberapa waktu.
Skandal ini menjadi sorotan tajam karena menunjukkan praktik pemerasan yang melibatkan oknum auditor BPK dan memunculkan pertanyaan serius mengenai integritas dan transparansi dalam pemeriksaan keuangan di lembaga negara. Semoga proses hukum dapat mengungkap kebenaran secara menyeluruh dan memastikan bahwa praktik pemerasan semacam ini tidak terulang di masa depan.
(N/014)
MEDAN Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) memperluas upaya pencegahan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan tinda
HUKUM DAN KRIMINAL
LHOKSEUMAWE Wali Kota Lhokseumawe Sayuti Abu Bakar menyatakan dukungan terhadap percepatan penyusunan Qanun Kawasan Tanpa Rokok (KTR). R
NASIONAL
JAKARTA Pemerintah mengalokasikan Dana Desa sebesar Rp77 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027. An
EKONOMI
MEDAN Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap mengapresiasi pelaksanaan Lomba Domino Medali Ade Jona Prasetyo di Jalan Mangaan I, Ke
PEMERINTAHAN
JAKARTA Kejaksaan Agung atau Kejagung membantah dalil mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah yang me
HUKUM DAN KRIMINAL
YOGYAKARTA Masyarakat yang tercatat dalam desil 9 atau 10 Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) belum tentu merasa memiliki k
EKONOMI
MEDAN Kepala Dusun (Kadus) IV Kesatuan Harapan Baru, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, Sugimin, dituntut enam tahun penjara dalam
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Perum Bulog Cabang Medan mulai menyalurkan bantuan pangan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tahap kedua untuk alokasi JuliSeptember
EKONOMI
MAUMERE Wakil Presiden Gibran Rakabuming meminta maaf kepada warga terdampak gempa bumi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), j
NASIONAL
JAKARTA Hutan hujan tropis Indonesia dan Malaysia, termasuk kawasan hutan serta gambut di Kalimantan, pada dasarnya bukan ekosistem yang
PERISTIWA