Wantimpres dan Bisikan di Balik Pintu Istana
OlehDikdik SadikinPADA Jumat, 2 Oktober 2026, Istana Negara kembali dipenuhi orangorang yang mengucapkan sumpah. Presiden Prabowo Subianto
OPINI
JAKARTA -Suasana di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta, yang seharusnya dipenuhi dengan semangat belajar dan kegiatan akademis, tiba-tiba menjadi suram dan menyedihkan. Peristiwa tragis mengguncang kampus tersebut, ketika seorang taruna bernama Tegar Rafi Sanjaya (21 tahun) menganiaya juniornya, Putu Satria Ananta Rustika (19 tahun), hingga mengakibatkan kematian Putu.
Kejadian itu segera memicu gelombang kecaman dan kehebohan di masyarakat, karena tindakan kekerasan yang dilakukan oleh senior terhadap junior di lingkungan pendidikan dianggap sebagai pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia dan norma-norma kemanusiaan.
Kasus ini menambah catatan hitam di dunia pendidikan, khususnya di lembaga-lembaga pendidikan tinggi, yang seharusnya menjadi tempat yang aman dan kondusif bagi proses pembelajaran. Namun, ironisnya, kematian Putu menjadi bukti nyata bahwa ada masalah serius yang perlu segera diatasi dalam sistem pendidikan, terutama terkait dengan kekerasan, intimidasi, dan pelecehan yang terjadi di antara sesama siswa atau mahasiswa.
Menurut keterangan dari Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan, Tegar Rafi Sanjaya telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini, dengan tuduhan melanggar Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan juncto Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan berat. Tersangka ini berpotensi menghadapi hukuman penjara maksimal 15 tahun.
Pada awalnya, Tegar mengaku kepada polisi bahwa ia memukuli Putu sebanyak lima kali di bagian ulu hatinya. Alasannya, menurut Tegar, adalah sebagai bentuk penindakan dari senior kepada junior, karena Putu dianggap melakukan kesalahan dengan mengenakan baju olahraga pada hari Jumat pagi.
Namun, kronologi kejadian yang diungkapkan oleh pihak kepolisian menggambarkan kejadian yang lebih tragis. Saat itu, Putu bersama empat rekannya sedang dalam perjalanan untuk mengikuti kegiatan olahraga. Namun, mereka dihadang oleh sejumlah senior yang kemudian membawa mereka ke dalam sebuah toilet. Di sana, para senior tersebut melakukan penganiayaan terhadap Putu dan rekan-rekannya. Tegar, sebagai salah satu pelaku utama, memukuli Putu secara brutal hingga korban pingsan.
Upaya penyelamatan yang dilakukan oleh Tegar dan teman-temannya, dengan memasukkan tangan ke dalam mulut Putu, malah mengakibatkan kematian Putu. Hasil autopsi menyebutkan bahwa Putu meninggal dunia akibat luka di bagian ulu hati yang menyebabkan pecahnya jaringan paru-paru, serta akibat dari upaya penyelamatan yang tidak sesuai prosedur, yang menyebabkan terhambatnya saluran pernapasan dan asupan oksigen ke organ vital.
Kematian Putu menjadi pukulan berat bagi keluarga, teman-teman, dan masyarakat, serta membawa dampak yang mendalam bagi dunia pendidikan di Indonesia. Kasus ini menyadarkan kita semua akan pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan dan intimidasi. Menindaklanjuti kasus ini dengan tegas dan adil menjadi tanggung jawab bersama kita semua, agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
(N/014)
OlehDikdik SadikinPADA Jumat, 2 Oktober 2026, Istana Negara kembali dipenuhi orangorang yang mengucapkan sumpah. Presiden Prabowo Subianto
OPINI
JAKARTA Pengguna yang baru pertama kali menggunakan iPhone akan langsung menemukan sejumlah aplikasi bawaan. Beberapa di antaranya adala
SAINS DAN TEKNOLOGI
SIAK Bupati Siak Afni Zulkifli tak kuasa menahan tangis saat mengunjungi Dusun Mungkal, wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) d
PEMERINTAHAN
JAKARTA Indonesia kembali mendapat sorotan dalam daftar kuliner Asia Tenggara. Dua buah yang dikenal luas di Indonesia masuk dalam 10 be
PERTANIAN AGRIBISNIS
JAKARTA Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto melakukan mutasi besarbesaran terhadap 89 perwira tinggi dan perwira menengah Polri sehari se
NASIONAL
MEDAN Harga tiket pesawat dari Bandara Kualanamu, Deli Serdang, terpantau mengalami kenaikan untuk sejumlah rute pada periode libur Tahun
PARIWISATA
JAKARTA Islam mengajarkan umatnya untuk menjaga dan menyayangi makhluk hidup. Namun, terdapat pengecualian terhadap hewan tertentu yang di
AGAMA
MEDAN Gangguan keamanan dan ketertiban terhadap perjalanan kereta api di Sumatera Utara turun 75 persen sepanjang Januari hingga September
PERISTIWA
JAKARTA Pemohon perkara sengketa syarat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Denny Indrayana, memperkirakan Mahkamah Konstitu
POLITIK
JAKARTA Pelantikan Rocky Gerung sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) mendapat sorotan dari kader Partai Solidaritas In
POLITIK