BREAKING NEWS
Selasa, 24 Februari 2026

Terungkap! 5 Kali Tinju Maut Senior ke Ulu Hati Renggut Nyawa Mahasiswa STIP Asal Bali

BITVonline.com - Sabtu, 04 Mei 2024 09:31 WIB
Terungkap! 5 Kali Tinju Maut Senior ke Ulu Hati Renggut Nyawa Mahasiswa STIP Asal Bali
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA -Korban dari tindakan kekerasan memang selalu menimbulkan kesedihan dan pertanyaan yang mendalam, apalagi jika dilakukan oleh sesama mahasiswa di lingkungan kampus. Kejadian ini menjadi sorotan karena melibatkan seorang mahasiswa yang dianiaya hingga tewas oleh senior di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP), Jakarta Utara.

Putu Satria Ananta Rustika, seorang mahasiswa berusia 19 tahun asal Bali, harus merelakan nyawanya setelah mendapat serangan pukulan mematikan ke ulu hati. Kisah tragis ini dimulai saat Satria bersama lima temannya dipanggil senior tingkat dua, Tegar, dan rekan-rekannya untuk dimintai pertanggungjawaban terkait penggunaan pakaian olahraga.

Tidak ada yang bisa menduga bahwa pertemuan tersebut akan berujung pada tragedi. Satria langsung dipukul tanpa aba-aba oleh senior-senior tersebut. Pukulan demi pukulan mengenai ulu hati dengan kekuatan yang cukup untuk membuatnya tak berdaya. Lima kali pukulan maut itu menciptakan luka yang tak bisa disembuhkan.

Keluarga korban, terutama paman korban yang bernama I Nyoman Losmen, mengungkapkan ketidakpercayaan dan kesedihan mendalam atas kejadian ini. Satria dikenal sebagai mahasiswa cerdas yang baru saja meraih pencapaian sebagai mayoret drum band kampusnya. Namun, segala potensi dan masa depannya harus terhenti begitu saja karena tindakan brutal yang dilakukan senior-senior di kampusnya.

Keponakan Losmen bukanlah anak yang memiliki riwayat masalah atau konflik yang serius. Ia adalah sosok yang ceria, pintar, dan berbakat. Kini, keluarga dan masyarakat di Klungkung, Bali, harus berduka atas kepergian Satria yang begitu tragis.

Kasus ini juga menyoroti pentingnya perlindungan terhadap mahasiswa dari tindak kekerasan, intimidasi, dan pelecehan di lingkungan kampus. Penyelidikan dan penegakan hukum yang tuntas menjadi harapan untuk mengungkap motif sebenarnya di balik tindakan yang mengorbankan nyawa seorang mahasiswa yang berpotensi tersebut.

(N/014)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru