Rakyat Jangan Cuma Jadi Objek Pasar, NU Desak Koperasi Merah Putih Direformasi Total
JOMBANG Muktamar ke35 Nahdlatul Ulama (NU) meminta pemerintah mengevaluasi keberadaan Koperasi Merah Putih agar benarbenar menjadi kekua
NASIONAL
CIAMIS -Di sebuah desa kecil yang tenang, kehidupan sehari-hari seringkali terlihat biasa. Namun, kehidupan di Desa Cisontrol, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, tiba-tiba menjadi sorotan yang mengerikan setelah tragedi pembunuhan dan mutilasi terjadi. Cerita ini bermula dari kisah yang penuh kekejaman yang melibatkan seorang suami, seorang istri, dan bahkan tetangga mereka yang tidak menyangka akan menjadi bagian dari kisah mengerikan ini.
Ketua RT setempat, Yoyo Tarya, menjadi saksi langsung dari kejadian mengerikan tersebut. Dia mengungkapkan bahwa sebelumnya, dia tidak tahu apa-apa tentang tragedi pembunuhan yang akan terjadi. Namun, kejadian mengerikan itu menghantui dirinya ketika Tarsum, pelaku pembunuhan dan mutilasi, mendatanginya dengan baskom berisi daging. “Awalnya saya tidak tahu ada pembunuhan. Pelaku itu bawa baskom isi daging sambil berkata, ‘peser daging si Yanti, peser daging si Yanti’ (beli daging Yanti). Jadi dagingnya dibawa keliling,” ungkap Yoyo Tarya dengan wajah penuh ketakutan.
Tidak bisa membayangkan apa yang sebenarnya terjadi, Yoyo langsung melarikan diri dari lokasi kejadian dan melapor ke Polsek Rancah. Kepolisian segera bergerak cepat, membawa keamanan kembali ke desa yang terguncang oleh tragedi ini.
Namun, kisah kegilaan ini tidak berhenti di situ. Yoyo juga mengungkapkan bahwa tiga hari sebelum tragedi mengerikan itu terjadi, pelaku, Tarsum, mengalami depresi yang mendalam. Kondisi psikologisnya tampak terpuruk, bahkan dia mencoba melakukan tindakan bunuh diri dengan membenturkan kepalanya ke tembok. Sebuah tindakan yang jelas menunjukkan kegilaan yang sudah merajalela dalam diri pelaku.
Tragedi ini juga membuka mata bahwa kehidupan di balik kedamaian desa tidak selalu sesuai dengan apa yang terlihat. Ada luka-luka psikologis yang mungkin terpendam, ada kesepian dan ketidakmampuan mengatasi masalah yang membuat seseorang terjerumus ke dalam kegilaan. Hal ini juga menjadi peringatan bagi kita semua tentang pentingnya kesehatan mental dan kepedulian terhadap masalah yang mungkin dihadapi oleh orang di sekitar kita.
Tindakan brutal yang dilakukan oleh pelaku Tarsum tidak hanya merenggut nyawa Yanti, istri yang tak berdaya, tetapi juga mengguncang ketenangan masyarakat desa. Kisah ini memberi kita pelajaran berharga bahwa kekejaman dan kegilaan bisa datang dari mana saja, dan kita harus selalu waspada serta peka terhadap tanda-tanda kecemasan dan depresi yang mungkin dialami oleh orang-orang di sekitar kita.
Tragedi ini mengingatkan kita bahwa kemanusiaan dan empati harus tetap dijaga, bahkan di tengah situasi-situasi yang penuh dengan kekejaman. Mari bersama-sama menjaga ketenangan dan keharmonisan, serta memberikan dukungan kepada mereka yang membutuhkan agar tak lagi ada tragedi seperti ini terulang di masa depan.
(N/014)
JOMBANG Muktamar ke35 Nahdlatul Ulama (NU) meminta pemerintah mengevaluasi keberadaan Koperasi Merah Putih agar benarbenar menjadi kekua
NASIONAL
MEDAN Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan menggerebek sebuah rumah yang diduga menjadi sarang peredaran narkoba di Jalan PWI, Gang Gi
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) cenderung bergerak stagnan sepanjang sepekan terakhir. Pada penutupan perda
EKONOMI
JEDDAH Indonesia mendesak Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengambil langkah nyata untuk merespons berbagai tindakan Israel di wilayah Pa
INTERNASIONAL
JAKARTA Harga emas Antam hari ini, Minggu (30/8/2026), masih bertahan di level Rp2.670.000 per gram. Harga tersebut tidak berubah dibandin
EKONOMI
ACEH TIMUR Kapolres Aceh Timur AKBP Irwan Kurniadi mengimbau masyarakat tidak membuka atau mengelola lahan dengan cara membakar. Langkah t
NASIONAL
BENER MERIAH Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Hutan Lindung Kaki Gunung Burni Telong, Kampung Wih Pesam, Kecamatan Wih Pesa
NASIONAL
KATHMANDU Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan sekitar 45 warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Nepal dalam kondisi aman. H
INTERNASIONAL
JAKARTA Pengamat politik Hendri Satrio menilai gelaran Merdeka Run 2026 yang diikuti lebih dari 12.000 peserta merupakan bentuk komunikasi
NASIONAL
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) menyita aset senilai sekitar Rp338,3 miliar dalam kasus dugaan korupsi izin usaha pertambangan (IUP) PT
NASIONAL