Wantimpres dan Bisikan di Balik Pintu Istana
OlehDikdik SadikinPADA Jumat, 2 Oktober 2026, Istana Negara kembali dipenuhi orangorang yang mengucapkan sumpah. Presiden Prabowo Subianto
OPINI
Nias Selatan – Kapolres Nias Selatan AKBP Ferry Mulyana Sunarya memenuhi janjinya untuk menuntaskan kasus penyiksaan terhadap anak perempuan berusia 10 tahun yang mengalami patah kaki dan tangan akibat penganiayaan oleh anggota keluarganya. Kasus ini mencuat setelah video yang menunjukkan kondisi mengenaskan korban viral di media sosial.
Bocah yang berinisial NN ini diduga disiksa oleh tante, paman, dan kakeknya di Kecamatan Lolowau, Nias Selatan, hingga mengalami cacat permanen pada kakinya. Peristiwa ini memicu gelombang empati dan kemarahan publik setelah diunggah oleh seorang warga bernama Lider Giawa pada 26 Januari 2025.
Kapolres AKBP Ferry Mulyana mengungkapkan bahwa Polres Nias Selatan telah menetapkan D (19), yang merupakan tante korban, sebagai tersangka utama dalam kasus ini. Penetapan tersangka ini berdasarkan hasil visum luar dan keterangan korban yang sudah sesuai dengan bukti-bukti yang ditemukan. “Satu orang sudah ditetapkan tersangka inisial D, yang merupakan pelaku utama penyiksaan terhadap korban hingga menyebabkan patah kaki yang diduga permanen,” kata Kapolres, Rabu (29/1/2025).
Setelah video tersebut viral, Kapolres langsung mengunjungi rumah korban dan membawa NN untuk mendapatkan perawatan medis serta pendampingan psikologis. “Kami sudah menjemput korban untuk mendapatkan perawatan medis dan pendampingan psikologis agar kondisi mentalnya bisa pulih,” ujar AKBP Ferry Mulyana. Penyiksaan terhadap NN diduga telah berlangsung lama.
Video yang beredar memperlihatkan kaki korban yang bengkok dan cacat akibat dipukul dan diinjak oleh para pelaku. Selain D, penyiksaan ini diduga juga melibatkan kakek, nenek, dan paman korban. Tindakan tersebut diduga dilakukan dengan cara menginjak-injak kaki korban serta menutup mulut korban dengan kain. Polres Nias Selatan masih terus melakukan penyelidikan mendalam terhadap kasus ini, dan tidak menutup kemungkinan adanya tersangka baru.
Sebanyak delapan orang telah diperiksa sebagai saksi, termasuk keluarga korban dan kepala desa setempat. Kasus penyiksaan ini telah menjadi perhatian serius bagi masyarakat dan pihak berwajib. Kapolres Nias Selatan berjanji akan mengusut kasus ini hingga tuntas.(TRBN)
(CHRISTIE)
OlehDikdik SadikinPADA Jumat, 2 Oktober 2026, Istana Negara kembali dipenuhi orangorang yang mengucapkan sumpah. Presiden Prabowo Subianto
OPINI
JAKARTA Pengguna yang baru pertama kali menggunakan iPhone akan langsung menemukan sejumlah aplikasi bawaan. Beberapa di antaranya adala
SAINS DAN TEKNOLOGI
SIAK Bupati Siak Afni Zulkifli tak kuasa menahan tangis saat mengunjungi Dusun Mungkal, wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) d
PEMERINTAHAN
JAKARTA Indonesia kembali mendapat sorotan dalam daftar kuliner Asia Tenggara. Dua buah yang dikenal luas di Indonesia masuk dalam 10 be
PERTANIAN AGRIBISNIS
JAKARTA Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto melakukan mutasi besarbesaran terhadap 89 perwira tinggi dan perwira menengah Polri sehari se
NASIONAL
MEDAN Harga tiket pesawat dari Bandara Kualanamu, Deli Serdang, terpantau mengalami kenaikan untuk sejumlah rute pada periode libur Tahun
PARIWISATA
JAKARTA Islam mengajarkan umatnya untuk menjaga dan menyayangi makhluk hidup. Namun, terdapat pengecualian terhadap hewan tertentu yang di
AGAMA
MEDAN Gangguan keamanan dan ketertiban terhadap perjalanan kereta api di Sumatera Utara turun 75 persen sepanjang Januari hingga September
PERISTIWA
JAKARTA Pemohon perkara sengketa syarat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Denny Indrayana, memperkirakan Mahkamah Konstitu
POLITIK
JAKARTA Pelantikan Rocky Gerung sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) mendapat sorotan dari kader Partai Solidaritas In
POLITIK