Prakiraan Cuaca Aceh Selasa 21 Juli: Mayoritas Daerah Diguyur Hujan Ringan
BANDA ACEH Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah Aceh akan mengalami hujan ringan pa
NASIONAL
Tangerang – Pembangunan pagar laut sepanjang 30 km di perairan Tangerang, Banten, akhirnya menemui titik terang. Menurut Jaringan Rakyat Pantura (JRP) Kabupaten Tangerang, pagar laut tersebut dibangun secara swadaya oleh masyarakat setempat dengan tujuan untuk mencegah abrasi, mitigasi tsunami, dan pemanfaatan area untuk tambak ikan. Koordinator JRP, Sandi Martapraja, menjelaskan bahwa pagar laut yang membentang di pesisir utara Kabupaten Tangerang dibangun untuk mengatasi masalah abrasi dan kerusakan lingkungan.
Selain itu, pagar tersebut juga dimaksudkan untuk memberikan perlindungan dari ancaman tsunami, meski tidak dapat sepenuhnya menahan bencana alam tersebut. “Pagar laut ini juga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan tambak ikan secara berkelanjutan, menjaga keseimbangan ekosistem,” ujar Sandi. Namun, keberadaan pagar laut ini mendapat respon negatif dari sebagian warga, terutama para nelayan. Seorang nelayan, Heru, mengaku kesulitan mencari ikan di sekitar area pagar laut karena alat pancingnya sering tersangkut di struktur bambu pagar yang terbawa ombak.
“Wilayah ini adalah lokasi terbaik untuk mencari ikan, tapi sekarang jadi terhambat,” keluh Heru. Selain itu, pagar laut yang dipasang melintang di sepanjang pesisir juga membuat jalur bagi kapal nelayan semakin sempit. Surwan, warga Desa Konjo yang juga seorang nelayan, menambahkan bahwa nelayan harus berlayar lebih jauh untuk mencapai jalur yang bisa dilalui kapal, yang mengakibatkan pemborosan bahan bakar.
Pembangunan pagar laut sepanjang 30,16 km ini pertama kali ditemukan pada Agustus 2024, saat Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Banten menerima laporan tentang aktivitas pemagaran laut. Pagar laut ini terbuat dari bambu dan memiliki pintu setiap 400 meter untuk memungkinkan perahu nelayan melintasinya. Pihak berwenang, termasuk Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), telah menyegel pagar laut tersebut pada 9 Januari 2025.
Pihak KKP memberi tenggat waktu hingga 20 hari kepada pemilik pagar untuk membongkarnya. Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menegaskan bahwa pagar laut tersebut tidak memiliki izin dan akan dikenakan sanksi administratif jika terbukti melanggar aturan. Pagar laut yang membentang dari Desa Muncung hingga Desa Pakuhaji ini melibatkan pemasangan struktural oleh masyarakat yang digaji Rp100 ribu per hari sejak Juli 2024. Namun, hingga kini, identitas pihak yang bertanggung jawab atas pemasangan pagar laut tersebut masih belum diketahui.
(christie)
BANDA ACEH Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah Aceh akan mengalami hujan ringan pa
NASIONAL
MEDAN Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di sebagian besar wilayah Sumatera Utara didominasi hujan
NASIONAL
JAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah DKI Jakarta akan didominasi cuaca cera
NASIONAL
BANDUNG Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah Jawa Barat akan didominasi cuaca cerah
NASIONAL
YOGYAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) didominas
NASIONAL
DENPASAR Prakiraan cuaca di wilayah Provinsi Bali pada Selasa (21/7/2026) didominasi kondisi cerah berawan hingga hujan ringan. Namun, Ka
NASIONAL
TANJUNGBALAI Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai bersama Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kota Tanjungbalai menggelar kegiat
PEMERINTAHAN
TANJUNGBALAI Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai mengapresiasi terbentuknya Ikatan Pejuang Honor R4 (IPHR) sebagai organisasi yang diha
PEMERINTAHAN
LABUHANBATU SELATAN Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel) Fery Sahputra Simatupang resmi membuka Pameran Pembangunan dalam rangka Hari Ja
PEMERINTAHAN
BATU BARA Bupati Batu Bara Dr. H. Baharuddin Siagian bersama Wakil Bupati Syafrizal menghadiri nonton bareng (nobar) final Piala Dunia 2
PEMERINTAHAN