Bus Rombongan Wisata dari Kisaran Terbalik di Samosir, 2 Penumpang Luka Serius
SAMOSIR Perjalanan pulang rombongan wisata dari Kisaran, Kabupaten Asahan, berubah menjadi kepanikan setelah bus yang mereka tumpangi te
PERISTIWA
Medan – Kisah Mahesya Iskandar, siswa kelas IV SD Yayasan Abdi Sukma Kota Medan, menjadi viral setelah diberitakan dipaksa duduk di lantai selama beberapa hari oleh gurunya, Haryati, karena menunggak uang sekolah (SPP) selama tiga bulan. Mahesya, yang hanya berusia 10 tahun, dihukum duduk di lantai keramik sejak 6 hingga 8 Januari 2025, dari pagi hingga jam pelajaran selesai. Haryati, sang wali kelas, telah menerima sanksi dari pihak yayasan, yang memutuskan untuk memberikan skorsing sementara kepadanya.
Ketua Yayasan Abdi Sukma, Ahmad Parlindungan, menjelaskan bahwa tindakan Haryati tidak sesuai dengan kebijakan yayasan. Ia menegaskan bahwa yayasan tidak pernah menetapkan aturan yang membenarkan siswa tidak diperbolehkan mengikuti pelajaran hanya karena menunggak pembayaran SPP. “Kami sangat kecewa dengan insiden ini, karena tidak ada aturan tertulis yang mendasari tindakan tersebut.
Semua siswa, baik yang sudah melunasi maupun yang belum, seharusnya tetap berhak mengikuti kegiatan belajar mengajar,” ujar Ahmad Parlindungan pada Sabtu (11/1/2025). Sementara itu, ibu Mahesya, Kamelia (38), menceritakan bagaimana dirinya sangat terkejut dan merasa sedih ketika melihat anaknya dihukum duduk di lantai. Kamelia menyebutkan bahwa Mahesya telah berusaha untuk tetap mengikuti ujian semester meskipun terkendala biaya, dan pihak sekolah telah memberikan keringanan untuk ujian tersebut.
Namun, ketika video tentang hukuman tersebut viral, bantuan dari donatur pun datang untuk melunasi tunggakan SPP Mahesya. “Ini sangat menyakitkan. Saya tidak pernah bermaksud untuk tidak membayar. Kami sangat bergantung pada bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP), yang belum cair,” kata Kamelia. Kamelia juga menyebutkan bahwa adik Mahesya yang bersekolah di sekolah yang sama, meski menunggak uang sekolah, tidak mendapat hukuman serupa dan tetap bisa mengikuti pembelajaran.
Kamelia berharap insiden ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak, terutama bagi guru dan yayasan, untuk lebih bijak dalam menangani masalah pembayaran SPP. Pihak yayasan telah meminta maaf kepada orang tua Mahesya dan berjanji akan memastikan kejadian serupa tidak terulang lagi.
(christie)
SAMOSIR Perjalanan pulang rombongan wisata dari Kisaran, Kabupaten Asahan, berubah menjadi kepanikan setelah bus yang mereka tumpangi te
PERISTIWA
MEDAN Kondisi Gang Cipto di Kelurahan Tanjung Mulia, Kecamatan Medan Deli, yang rusak, bergelombang dan kerap tergenang banjir kembali d
PEMERINTAHAN
MEDAN Keluhan soal Kartu Tanda Penduduk atau KTP rusak yang disampaikan warga dalam kegiatan Sapa Warga Kecamatan Medan Deli, Sabtu (19/
PEMERINTAHAN
SAMOSIR Satu unit bus rombongan wisata asal Kisaran, Kabupaten Asahan, terbalik di Desa Boho, Kecamatan Sianjur MulaMula, Kabupaten Sam
PERISTIWA
SAMOSIR Satu unit bus yang membawa rombongan wisata dari Kisaran, Kabupaten Asahan, mengalami kecelakaan tunggal hingga terbalik di Desa
PERISTIWA
ASAHAN Polisi mengamankan tiga remaja yang diduga merupakan bagian dari kelompok geng motor dan hendak melakukan tawuran di Jalan Marah
HUKUM DAN KRIMINAL
TOBA Dua mahasiswa, Ruth Aprina (18) dan Lia Franika Sitorus (26), tewas setelah sepeda motor yang mereka tumpangi terlibat kecelakaan d
PERISTIWA
LANGKAT Kejaksaan Negeri (Kejari) Langkat membantah pernyataan mantan Kepala Dinas Pendidikan Langkat, Saiful Abdi, yang mengaku didatan
HUKUM DAN KRIMINAL
ASAHAN Polres Tanjungbalai memeriksa seorang oknum polisi yang diamankan warga setelah ditemukan berada di dalam mobil bersama dua perem
PERISTIWA
MEDAN Sejumlah warga menyampaikan keluhan terkait banjir, jalan rusak, drainase, bantuan sosial hingga pelayanan administrasi kependuduk
PEMERINTAHAN