BREAKING NEWS
Jumat, 06 Maret 2026

Tragedi Santri Tewas di Kediri, Pemicu Penganiayaan Terungkap, Kekerasan Sejak Kecil

BITVonline.com - Sabtu, 02 Maret 2024 05:41 WIB
Tragedi Santri Tewas di Kediri, Pemicu Penganiayaan Terungkap, Kekerasan Sejak Kecil
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA -Duka mendalam melanda Ponpes Al Hanifiyah Kediri dengan kepergian tragis Bintang Balqis Maulana (14), yang menjadi korban penganiayaan oleh empat santri senior. Namun, kejadian tragis ini bukanlah sekadar aksi kekerasan biasa. Hasil tes kejiwaan mengungkapkan latar belakang kelam yang mengiringi keempat pelaku tersebut.

Kapolres Kediri Kota, AKBP Bramastyo Priaji, pada hari Sabtu (2/3/2024), mengungkapkan hasil dari tes kejiwaan yang dilakukan terhadap keempat tersangka. Menurutnya, pola asuh yang keras dan kurangnya perhatian dari kedua orang tua menjadi pemicu perilaku agresif keempat santri tersebut.

“Perilaku agresi tersangka disebabkan oleh riwayat masa kecil dan pola asuh kedua orang tua tersangka yang cenderung mendapat kekerasan secara fisik dan verbal. Kemudian, kurangnya perhatian serta kasih sayang dari kedua orang tua,” ujar Bramastyo.

Tes kejiwaan tersebut dilakukan oleh Tim Psikologi Biro SDM Polda Jatim dan Polres Kediri Kota pada Kamis (29/2/2024). Meskipun hasilnya menunjukkan bahwa keempat tersangka tidak memiliki gangguan kejiwaan, kondisi psikologis mereka dianggap stabil dan normal.

Meskipun demikian, Bramastyo menekankan pentingnya pemeriksaan psikologi ini dalam kelangsungan penyidikan kasus tersebut. Kejadian ini menjadi sebuah cermin bagi pentingnya peran orang tua dalam membentuk perilaku anak, serta menyoroti perlunya pendekatan psikologis dalam penanganan kasus-kasus kriminal.

Kisah tragis ini menimbulkan pertanyaan mendalam tentang dampak pola asuh yang keras dan kurangnya perhatian terhadap anak-anak. Selain itu, kasus ini juga mengajarkan kita tentang pentingnya peran psikologis dalam menangani kasus-kasus kekerasan di masyarakat.

Mari kita semua bersama-sama merenungkan kembali nilai-nilai pendidikan dan peran orang tua dalam membentuk generasi masa depan yang berakhlak mulia dan berpikiran sehat.

(K/09)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru