Polda Aceh dan Ditjenpas Teken Kerja Sama Penguatan Keamanan Lapas, Ini Fokus Utamanya
BANDA ACEH Kepolisian Daerah Aceh dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Aceh menandatangani perjanjian kerja
NASIONAL
JAKARTA – Insiden pelarian belasan tahanan dari Polsek Tanah Abang pada Senin dini hari tanggal 19 Februari 2024 telah menimbulkan gelombang kekhawatiran dan perhatian di tengah masyarakat. Kejadian yang memicu pemeriksaan serius oleh Bidang Pengawasan Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Metro Jaya ini mengakibatkan perombakan dalam struktur kepemimpinan kepolisian.
Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, Kompol Hans Philip Samosir, Kapolsek Tanah Abang, beserta Wakapolsek William Alexander telah dicopot dari jabatannya setelah pemeriksaan Propam pasca-insiden pelarian 16 tahanan. Keduanya akan menjalani proses evaluasi lebih lanjut terkait keterlibatan atau tanggung jawab dalam kejadian tersebut.
Mutasi jabatan pun telah dilakukan sebagai respons atas kebutuhan organisasi dan untuk memastikan penanganan yang lebih efektif terhadap situasi yang terjadi. Kapolsek Tanah Abang, Kompol Hans Philip Samosir, dipindahkan ke Polda sedangkan Wakapolsek William Alexander dipindahkan ke Polres Jakarta Pusat. Keputusan mutasi tersebut tertuang dalam surat telegram bernomor ST/61/II/KEP./2024 yang dikeluarkan pada tanggal 23 Februari 2024.
Pengisian jabatan kosong tersebut telah diumumkan dengan AKBP Aditya Simanggara Pratama sebagai Kapolsek Tanah Abang baru, dan AKP Acep Atmaja sebagai Wakapolsek. Kedua pejabat baru ini diharapkan mampu mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menstabilkan situasi dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian.
Pelarian belasan tahanan tersebut menyebabkan kekhawatiran besar di tengah masyarakat, terutama karena cara mereka yang menggunakan gergaji untuk melarikan diri dari terali kamar mandi. Dari belasan tahanan yang kabur, Polres Jakarta Pusat berhasil mengamankan 10 orang, sementara enam lainnya masih dalam pengejaran. Pihak kepolisian meminta kerjasama masyarakat untuk melaporkan keberadaan dari keenam tahanan yang masih buron.
Daftar enam tahanan yang masih dalam pengejaran tersebut meliputi:
1.Renal (26) warga Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat
2.Harizqullah Arrahman (23) warga Bukit Tinggi, Sumatra Barat
3.Muhamad Aqdas (24) warga Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat
4.Hendro Mulyanto (36) warga Kalideres, Jakarta Barat
5.Ferdinan (24) warga Antapani, Bandung
6.Welen Saputra Thio (24) warga Tajur Halang, Kabupaten Bogor
Kepolisian terus mengintensifkan upaya untuk menemukan dan menangkap keenam tahanan tersebut guna mengembalikan keamanan dan ketertiban di wilayah yang terdampak insiden tersebut.
(FZ/011)
BANDA ACEH Kepolisian Daerah Aceh dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Aceh menandatangani perjanjian kerja
NASIONAL
MEDAN Pemerintah Kota Medan bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara berencana melakukan penataan meny
PEMERINTAHAN
MEDAN PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara memastikan rencana pembangunan jembatan pengganti di kawasan Ga
PEMERINTAHAN
LABUSEL Bupati Labuhanbatu Selatan Fery Sahputra Simatupang secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Qur&039an (MTQ) dan Festival Seni
PEMERINTAHAN
ASAHAN Suasana penuh antusiasme mewarnai kegiatan Talkshow Bersama Tokoh Inspiratif di SMA Negeri 1 Meranti, Kabupaten Asahan, Kamis, 21
PENDIDIKAN
ASAHAN Wakil Bupati Asahan Rianto membuka secara resmi Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Tim Penggerak PKK Kabupaten Asahan tahun 2026
PEMERINTAHAN
JAKARTA Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) kembali menjadi salah satu instrumen pembiayaan utama bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Mene
EKONOMI
JAKARTA Puasa Tarwiyah dan Arafah kembali menjadi amalan yang banyak dikerjakan umat Islam menjelang Idul Adha. Namun, di tengah antusia
AGAMA
ACEH TENGAH Jembatan Bailey di Kampung Linge, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, kembali membuka akses lima desa yang sebelum
NASIONAL
Oleh Danang GirindrawardanaRENCANA pemerintah membentuk BUMN baru yang akan menjadi pengelola ekspor komoditas sumber daya alam (SDA) pada
OPINI