Menteri Keuangan Pastikan Harga BBM Subsidi Tetap, APBN Masih Kuat
JAKARTA Pemerintah menegaskan belum berencana menaikkan harga BBM subsidi meski harga minyak dunia sempat naik. Menteri Keuangan Purbaya
EKONOMI
BELAWAN – Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Faisal Rahmat Simatupang diduga berbohong soal penembakan Iwan alias Nasib, warga Jalan KL Yos Sudarso, Gang Mafo, Lingkungan XIV, Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan.
Sebab, ada sejumlah keterangan yang berbeda dari fakta di lapangan.
Misalnya saja soal keterangan bahwa polisi diserang dan dilempari batu.
Dalam rekaman CCTV yang beredar, tidak ada penyerangan ataupun aksi massa yang melempari polisi dengan batu.
sempat bergumul dengan Iwan alias Nasib, juga belum bisa dibuktikan.
Begitu juga soal keterangan bahwa Iwan alias Nasib berusaha merebut senjata petugas, juga belum bisa dibuktikan.
Malahan, dalam rekaman CCTV yang beredar, petugas dari Sat Res Narkoba Polres Pelabuhan Belawan itu justru tampak melarikan diri usai diduga sengaja menembak mati Iwan alias Nasib.
Dalam rekaman CCTV, terlihat bahwa ada tiga polisi berkemeja putih tergesa-gesa meninggalkan tempat kejadian perkara (TKP).
Satu diantara polisi yang berusaha meninggalkan lokasi terlihat bajunya berlumuran darah.
Pria yang bajunya berlumuran darah ini pula yang disebut-sebut sebagai pelaku penembak Iwan alias Nasib.
Menurut Rian, anak dari mendiang Iwan alias Nasib, ayahnya itu ditembak saat tengah duduk-duduk di depan rumah.
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Sumut turut mengecam aksi polisi ini.
Kepala Bidang Operasional KontraS Sumut, Dinda Noviyanti mengatakan, tindakan yang dilakukan oknum polisi itu menunjukkan bobroknya implementasi prinsip dan standar Hak Asasi Manusia (HAM), dalam instansi kepolisian sebagaimana dimandatkan dalam Peraturan Kapolri Nomor 8 tahun 2009.
Kapolres Pelabuhan Belawan lagi-lagi menggunakan dalih, bahwa korban adalah tersangka tindak pidana yang melakukan perlawanan dan membahayakan personel ketika akan ditangkap,” kata Dinda Kepada Awak Media(16/11/2022).
Baginya, dalih tindakan tegas dan terukur yang selalu disampaikan oleh kepolisian, justru menunjukkan polisi tidak profesional.
Polisi, kata dia, seharusnya memiliki metode cerdas dan manusiawi dalam upaya melakukan penegakan hukum.
hidup merupakan hak yang tidak dapat dibatasi atau non-deregoble right. Artinya, hak ini tidak dapat batasi dengan alasan apapun dan kepada siapapun, termasuk tembak mati terhadap terduga pelaku tindak pidana,” sebutnya.
Dinda mengatakan, dalih kepolisian setelah melakukan penembakan sangat mudah ditebak.
Dari pantauan kami, setiap penggunaan selalu menggunakan dalih perlawanan, dan tindakan tegas terukur selalu menjadi solusinya,” bebernya. Dia mengungkapkan, penembakan yang dilakukan oleh kepolisian dan mengakibatkan jatuhnya korban bukan hanya kali ini saja terjadi.
KontraS Sumut mencatat, sejak 1 Januari hingga 31 Agustus 2022, setidaknya ada 53 kasus penembakan yang dilakukan oleh kepolisian di wilayah Sumatera Utara terhadap terduga pelaku tindak pidana Dari kasus tersebut telah mengakibatkan setidaknya sembilan orang meninggal dunia, dan 68 orang mengalami luka tembak di bagian kaki,” ungkapnya.
Dinda menambahkan, penembakan yang dilakukan kepolisian itu seluruhnya dilakukan dengan dalih tindakan tegas dan terukur.
“Dari banyaknya kasus penembakan, sayangnya penerapan senjata api tidak pernah dievluasi, dengan dalih pelaku melarikan diri atau melawan aparat,” ujarnya.
“Sudah cukup bagi kepolisian menjawab praktek menyimpang penggunaan kekuatan,” sambungnya.
Dikatakannya, padahal situasi dilapangan kerap tidak nyata demikian, kasus ini menjadi contoh nyata bahwa penggunaan kekuatan oleh polisi kerap dilkukan sembarangan.
Bahkan dalam beberapa laporan yang kami dapatkan, korban ditembak justru ketika sudah dalam penguasaan pihak kepolisian,” ungkap Dinda. Dinda menuturkan, untuk menimalkan praktek penembakan, kepolisian telah memiliki peraturan internal yang mengatur mengenai penggunaan kekuatan.
Aturan itu telah tertuang dalam Peraturan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Perkap Polri) Nomor 1 tentang penggunaan kekuatan dalam tindakan kepolisian.
Dalam instrument itu ada beberapa prinsip yang harus di penuhi dalam penggunaan kekuatan, yaitu azas legalitas, nesesitas, proporsionalitas, preventif, dan reasonable (masuk akal).
Seharusnya, penerapan senjata api terlebih dahulu dilakukan dengan mengutamakan pencegahan, dan jika terpaksa penembakan itu juga harus dilakukan dengan tujuan melumpuhkan bukan mematikan,” katanya.
“Itupun harus melihat apakah ancamannya seimbang atau tidak, jika kita melihat situasi penembakan kemarin jelas itu tidak seimbang,” tambah Dinda.
Atas insiden penembakan itu, KontraS Sumut mendorong Kepolisian Daerah Sumatera Utara untuk melakukan evaluasi. Selain itu, polisi juga harus mendalam terkait penggunaan senjata api oleh personelnya.
“Penembakan terhadap pelaku kejahatan secara serampangan, justru malah membuat masalah dalam beberapa aspek, dalam hemat kami kepolisian seharusnya mengevalusi penggunaan senjata api,” ucapnya.
Diungkapkan Dinda, dari laporan dan monitoring yang diterima oleh pihaknya, penembakan justru kerap menimbulkan masalah. Kemarin terjadi lagi penmabakan. Jelas ini ada problem dalam penerapan senjata api yang harus segera di evaluasi oleh kepolisian,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa dalam kasus penyalahgunaan senjata api, seharus ada pertanggungjawaban hukum dalam penyelesaian kasus ini.
Kepolisian harus memberikan penghukuman yang selayaknya bagi pelaku, hukuman etik saja tidak cukup, tetapi pelaku harus dipidana, agar kasus seperti ini dapat menimbulkan efek jera bagi petugas yang menyalahgunakan senjata api,” ujarnya.
Kronologis versi polisi
Menurut Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Faisal Rahmat, Iwan alias Nasib tewas karena berusaha melawan petugas.
Saat itu, Iwan alias Nasib berusaha merebut senjata api yang dibawa anggotanya dari Sat Res Narkoba Polres Pelabuhan Belawan.
Dari cerita AKBP Faisal Rahmat, pada Senin (14/11/2022) pagi itu, anggotanya dari Sat Res Narkoba Polres Pelabuhan Belawan hendak menangkap sejumlah ‘pemain’ narkoba di Jalan KL Yos Sudarso, Gang Mafo, Lingkungan XIV, Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan.
Selama ini, lokasi tersebut memang dikenal zona merah peredaran gelap narkoba.
Saat melakukan proses penindakan, polisi mendapati Iwan alias Nasib tengah berada di rumahnya.
Lalu polisi melakukan penggerebekan.
“Pada saat penggerebekan, tersangka melarikan diri,” kata AKBP Faisal.
Curiga, polisi pun melakukan pengejaran. Saat itu, Iwan alias Nasib disebut ada membuang sesuatu ke tanah.
Benda yang dibuang itu diklaim sebagai narkoba jenis sabu.
Berat sabu yang dibuang berjumlah 20,91 gram.
Saat anggota melakukan pengejaran, ketika sudah berdekatan, si tersangka melakukan perlawanan dengan menggunakan pisau lipat,” ujarnya.
Tidak sampai disitu saja, Iwan alias Nasib juga dituding berusaha merampas senjata api milik petugas.
Sehingga, kata Faisal, terjadi pergumulan antara anggotanya dengan target operasi (TO) narkoba tersebut.
“Terjadi tarik menarik antara anggota dengan tersangka, sehingga kemudian senjata tersebut meletus dan mengenai bagian leher dari pada tersangka,” bebernya.
Setelah melihat Iwan alias Nasib roboh bersimbah darah, tiga orang anggota Sat Res Narkoba Polres Pelabuhan Belawan kemudian meninggalkan lokasi.
Iwan dibiarkan menggelepar di tanah dengan kondisi berlumuran darah.
Warga yang mendengar suara tembakan lalu mengejar tiga polisi tersebut.
Mereka kemudian buru-buru masuk ke dalam mobil Toyota Rush warna putih BK 1057 ABD.
Menurut polisi, mereka sempat dilempari warga. Sehingga mereka segera meninggalkan lokasi penggerebekan.
CERITA VERSI KELUARGAH
Keterangan dari pihak keluarga justru berbeda dari apa yang sudah disampaikan polisi.
Menurut Rian, anak dari Iwan alias Nasib, ayahnya saat itu tengah duduk di depan rumah seorang diri.
Rian pun sempat meminta izin pada ayahnya untuk membeli rokok di warung.
“Aku beli rokok bentar ke belakang, enggak berapa lama, tiba-tiba ada suara tembakan,” kata Rian kepada Awak Media, Senin (17/11/2022).
Setelah mendengar tembakan tersebut, ia pun kembali ke rumah.
Ketika itu, ia langsung histeris melihat ayahnya sudah bersimbah darah. “Ku pikir entah apa, rupanya ayah ku sudah kena tembak di lehernya, sudah bercucuran darah di leher,” sebutnya.
Rian mengaku, dia sempat melihat tiga orang polisi berkemeja putih meninggalkan ayahnya
Polisinya tiga orang, sempat lihat, cuma nampak dua orang, satu di mobil,” bebernya. Disinggung mengenai tudingan polisi bahwa ayahnya adalah pengedar narkoba, Rian menampiknya.
Kata Rian, ayahnya tidak lagi berurusan dengan narkoba sejak satu tahun belakangan ini.
“Kata orang itu narkoba, tapi sudah setahun yang lewat ayah ku enggak main narkoba lagi, enggak ada barang bukti,” ucapnya.
Dia mengatakan, setelah melihat ayahnya bersimbah darah, dirinya panik dan langsung menolong ayahnya dan membawanya ke Rumah Sakit Wulan Windi di Medan Marelan.
Aku yang bawa ke rumah sakit naik sepeda motor, dengan bercucuran darah. Baju pun penuh darah,” bebernya.
Kemudian, waktu itu kondisi korban sudah sekarat lantaran darahnya terus mengalir.
Setibanya di rumah sakit di kawasan Marelan itu, korban dirujuk ke RS Bhayangkara Medan, tetapi nyawanya tidak tertolong.
Ia juga menceritakan, selama berhenti menjual narkoba setahun terakhir, kesehariannya ayahnya merupakan penjual nasi goreng dan es kelapa di kawasan Belawan.
Jualan nasi goreng di Belawan, bantuin ibu kadang buka es kelapa juga,” pungkasnya.
(B,siregar)
JAKARTA Pemerintah menegaskan belum berencana menaikkan harga BBM subsidi meski harga minyak dunia sempat naik. Menteri Keuangan Purbaya
EKONOMI
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) tetap beroperasi setelah mendapatkan p
PEMERINTAHAN
MEDAN Harga telur ayam di Provinsi Sumatera Utara kembali mencatat kenaikan signifikan. Beberapa kabupaten bahkan sudah menjual di atas
EKONOMI
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan hari ini di zona hijau, menguat 103,54 poin atau 1,41 persen ke posisi 7.4
EKONOMI
BATUBARA Pencarian selama lima hari terhadap Nazaruddin (48), nelayan asal Kelurahan Pangkalan Dodek, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten
PERISTIWA
DELI SERDANG Sebuah rumah di Desa Rugemuk, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, ludes terbakar Selasa (10/3/2026). Pasangan la
PERISTIWA
JAKARTA Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus), Aris Marsudiyanto, menegaskan bahwa pemberlakuan status
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri dan kepala lembaga terkait bidang ekonomi ke Istana Kepresidenan, Selasa (1
POLITIK
JAKARTA Ketua DPR RI, Puan Maharani, menanggapi beredarnya telegram TNI yang menetapkan status siaga satu. Menurut Puan, DPR akan memint
POLITIK
BATU BARA, 10 Maret 2026 Kekecewaan dirasakan sejumlah orang tua murid di Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, terkait pelaksanaan Progr
KESEHATAN