Harhubnas 2026, Bobby Nasution Dorong Konektivitas Transportasi Sumut Makin Terintegrasi
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution mengajak seluruh insan perhubungan dan pemangku kepentingan menjadikan Hari P
PEMERINTAHAN
Oleh Shohibul Anshor Siregar
INDUSTRI peternakan babi di era kontemporer mencerminkan sebuah konvergensi yang kompleks antara dinamika ekonomi agrikultur, urgensi kesehatan publik, keberlanjutan lingkungan, dan sensitivitas sosio-religius yang mendalam. Organisasi industri ini tidak lagi dapat dipahami hanya melalui lensa efisiensi produksi, melainkan harus didekati sebagai sebuah fenomena multidimensi di mana regulasi teknis bersinggungan langsung dengan politik identitas dan sistem kepercayaan global.
Penelitian lintas disiplin mengungkapkan bahwa variasi regional dalam tata kelola peternakan babi sangat dipengaruhi oleh persepsi budaya terhadap hewan tersebut, terutama di wilayah di mana batasan diet agama menjadi faktor determinan dalam kebijakan publik dan interaksi komunal.
Konstruksi Sosiopolitik dan Fenomena Rasialisasi Berbasis Hewan di Malaysia
Di Malaysia, industri peternakan babi telah bergeser dari sekadar sektor ekonomi menjadi arena utama bagi negosiasi identitas etnis dan agama.
Fenomena ini oleh para sosiolog disebut sebagai "rasialisasi berbasis hewan" (animal-linked racialization), sebuah proses di mana hewan tertentu digunakan sebagai instrumen diskursif untuk memperkuat batas-batas antara kelompok hegemonik Melayu-Muslim dan komunitas petani babi etnis Tionghoa. Melalui pola ini, industri peternakan babi tidak hanya diregulasi secara teknis, tetapi juga secara simbolis diposisikan sebagai ancaman terhadap nilai-nilai nasional dan religius yang dominan.
Analisis terhadap diskursus publik di Malaysia menunjukkan adanya penggunaan metafora dan bahasa yang secara konsisten merepresentasikan babi sebagai entitas yang kotor dan tidak diinginkan, yang pada gilirannya menjustifikasi kebijakan zonasi yang diskriminatif dan pengetatan ruang gerak bagi para petani.
Praktik rasialisasi ini seringkali bersifat halus dan implisit, namun memiliki dampak nyata pada keberlangsungan ekonomi industri. Elit politik memanfaatkan kiasan agama dan nasionalisme untuk memarginalkan sektor ini, menciptakan kondisi di mana keadilan lingkungan sering kali diabaikan demi kepentingan politik identitas.
Ketegangan ini menunjukkan bahwa peternakan babi di Malaysia melampaui batasan agrikultur murni, menjadi situs konflik komunal yang mencerminkan disjungsi sosial-budaya antara dua kelompok etnis terbesar di negara tersebut.

Studi bahasa dan kekuasaan mengungkapkan bahwa konstruksi sosial terhadap babi dalam budaya pedesaan sering kali didasarkan pada atribusi negatif yang sudah mendarah daging, yang kemudian diperkuat oleh kebijakan koersif dari pemerintah pusat.
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution mengajak seluruh insan perhubungan dan pemangku kepentingan menjadikan Hari P
PEMERINTAHAN
MEDAN Kodam I/Bukit Barisan menggelar Fun Run 5K dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di
NASIONAL
BATAM Anggota DPRD Kabupaten Langkat sekaligus kader Partai Golkar, Edi Bahagia Sinuraya, menghadiri kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek)
POLITIK
MEDAN Seorang pria berinisial RM, 33 tahun, yang berprofesi sebagai disc jockey (DJ) ditangkap polisi di Kota Medan, Sumatera Utara, kar
HUKUM DAN KRIMINAL
BANDA ACEH Aceh Barat Daya (Abdya) dikenal sebagai salah satu daerah penghasil sumber daya alam di Aceh. Selain memiliki beras khas yang
PERTANIAN AGRIBISNIS
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengajak masyarakat, terutama kalangan pemuda, untuk membentengi diri dari berbagai ancam
NASIONAL
MEDAN Lebih dari 20.000 peserta mengikuti Fun Run 5K dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Tentara Nasional Indonesia (
NASIONAL
KUALA LUMPUR Menteri Transportasi Malaysia sekaligus Sekretaris Jenderal Partai Aksi Demokratik (DAP), Anthony Loke, akan mengundurkan d
INTERNASIONAL
JAKARTA Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar Sarmuji mengungkap rencana Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia untuk menghadapi
POLITIK
MEDAN Sebanyak 46 proposal desa dan kelurahan dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Utara (Sumut) mengikuti Program Kampung Kreat
PEMERINTAHAN