Trump Ultimatum Iran: Capai Kesepakatan Nuklir dalam 2 Minggu atau “Hal Buruk” Terjadi
JAKARTA Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan ultimatum kepada Iran terkait negosiasi nuklir yang telah buntu bertahuntahu
INTERNASIONAL
JAKARTA -Polemik dugaan eksploitasi terhadap mantan pemain sirkus Oriental Circus Indonesia (OCI) mencuat ke publik.
Melalui kuasa hukumnya, Muhammad Sholeh, para mantan pemain sirkus melayangkan empat tuntutan kepada pihak Taman Safari Indonesia.
Dalam konferensi pers pada Sabtu (19/4/2025), Sholeh menyampaikan bahwa para korban menuntut agar pihak Taman Safari mengungkap asal-usul 60 mantan pemain sirkus yang diduga tidak mengetahui identitas serta silsilah keluarganya.
Mereka mengaku telah dipekerjakan sejak kecil dan hidup terisolasi dari dunia luar.
"Tuntutan pertama, buka asal-usul 60 mantan pemain sirkus ini. Ini tidak bisa tidak," ujar Sholeh.
Tuntutan kedua adalah pembentukan tim investigasi independen untuk menyelidiki dugaan keberadaan 'bunker' di lokasi Taman Safari yang diklaim sebagai tempat tinggal dan penyiksaan bagi para pemain sirkus di masa lalu.
"Menurut teman-teman, ada bunker di bawah tanah yang menjadi tempat tinggal dan juga lokasi penyiksaan. Itu berdasarkan pengakuan korban," tegasnya.
Tuntutan ketiga adalah pembentukan Pengadilan Hak Asasi Manusia (HAM) untuk mengadili kasus penyiksaan yang terjadi sejak tahun 1997.
Sholeh menegaskan bahwa pelanggaran HAM tidak mengenal daluwarsa, sehingga penting untuk mengusut kasus ini secara tuntas.
Tuntutan keempat, pihak korban meminta adanya ganti rugi atas eksploitasi dan kekerasan yang mereka alami sejak kecil hingga dewasa, tanpa pernah mendapatkan upah layak.
"Beberapa korban bahkan mengalami luka permanen. Wajar jika mereka menuntut kompensasi," ungkap Sholeh.
Menanggapi tudingan ini, Komisaris Taman Safari Indonesia sekaligus pendiri OCI, Tony Sumampau, membantah keras adanya praktik eksploitasi dan penyiksaan.
Menurutnya, pelatihan sirkus memang membutuhkan kedisiplinan tinggi, namun tidak sampai melakukan kekerasan.
"Kalau sampai dipukul pakai besi, itu tidak masuk akal. Itu hanya sensasi," ujar Tony saat konferensi pers di Jakarta, Kamis (17/4/2025).
Tony juga menuding adanya pihak provokator yang memanfaatkan mantan pemain sirkus untuk menyerang nama baik OCI.
Ia mengklaim telah mengantongi bukti adanya upaya pemerasan hingga lebih dari Rp 3,1 miliar, dan kini tengah menyiapkan langkah hukum terhadap pihak yang diduga terlibat.
"Kita tidak ingin melukai anak-anak, tapi dalangnya harus diusut," tegasnya.
Hingga kini, polemik ini masih terus bergulir dan menarik perhatian publik serta aktivis HAM.
Pemerintah pun didesak untuk turun tangan secara langsung dalam menyelidiki dan menyelesaikan kasus ini.*
(tb/a008)
JAKARTA Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan ultimatum kepada Iran terkait negosiasi nuklir yang telah buntu bertahuntahu
INTERNASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menanggapi ucapan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengatakan enggan melawannya saat hadir d
INTERNASIONAL
JAKARTA Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri menyita tiga kantor dan satu ruko milik PT Dana Syariah Indonesia (DSI).
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Indonesia resmi ditunjuk sebagai Wakil Komandan International Stabilization Force (ISF) untuk misi stabilisasi Gaza, Palestina.
INTERNASIONAL
JAKARTA Beneficial Owner PT Orbit Terminal Merak dan PT Jenggala Maritim Nusantara, Muhamad Kerry Adrianto Riza, menyampaikan rasa sakit
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Upaya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menempatkan Rp 200 triliun Saldo Anggaran Lebih (SAL) di bankbank BUMN pada 2025 bel
EKONOMI
WASHINGTON DC Presiden Prabowo Subianto menyatakan dukungan penuh Indonesia terhadap upaya perdamaian di Gaza, menekankan bahwa solusi d
INTERNASIONAL
JAKARTA Penyidik Kejaksaan Agung bergerak cepat dalam mengusut dugaan korupsi ekspor limbah sawit. Sebanyak 16 lokasi, termasuk rumah da
HUKUM DAN KRIMINAL
BANDA ACEH Polda Aceh bersama jajaran Polres meningkatkan pengawasan penanaman hingga panen ganja di sejumlah wilayah Aceh melalui patro
HUKUM DAN KRIMINAL
ACEH TAMIANG Sinergi pemerintah pusat dan daerah kembali ditegaskan melalui kunjungan kerja Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian bersama
PEMERINTAHAN