Torpedo FC Menang 3-1 atas Sinar Muda FC, Lolos ke Semifinal Turnamen Peduli Sepakbola U17!
PADANGSIDIMPUAN Tim sepakbola Torpedo FC dari Tapanuli Selatan berhasil melangkah ke babak semifinal Turnamen Peduli Sepakbola U17 setel
OLAHRAGA
JAKARTA – Indonesian Audit Watch (IAW) menyerukan audit menyeluruh terhadap praktik pengelolaan kuota internet oleh provider telekomunikasi serta penyidikan komprehensif atas dugaan korupsi di anak perusahaan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.
Melalui surat terbuka yang ditujukan kepada Presiden RI Prabowo Subianto, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Kejaksaan Agung (Kejagung), dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), IAW menyoroti potensi kerugian negara dan publik akibat sistem kuota hangus yang selama ini luput dari akuntabilitas.
"Sejak sistem kuota diperkenalkan di Indonesia sekitar tahun 2009, kekayaan rakyat berupa sisa kuota kerap menguap begitu saja tanpa pelaporan," ujar Iskandar Sitorus, Sekretaris Pendiri IAW, Kamis, 29 Mei 2025.
Menurut IAW, kuota yang telah dibeli masyarakat namun hangus tanpa kompensasi atau pelaporan merupakan bentuk kerugian yang patut diusut.
Estimasi mereka menunjukkan nilai kerugian kuota hangus bisa mencapai Rp63 triliun per tahun, dan lebih dari Rp600 triliun dalam satu dekade terakhir.
Dugaan Korupsi di Anak Usaha Telkom
Selain isu kuota, IAW juga menyoroti dugaan penyimpangan keuangan di anak-anak usaha TelkomGroup.
Salah satunya tengah ditangani Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta terkait dugaan korupsi pengadaan perangkat.
IAW menilai kasus tersebut hanya "fenomena gunung es" dan mendesak KPK serta Kejagung mengambil alih penyidikan untuk menelusuri jejak penyimpangan sejak 2010.
Empat Tuntutan IAW kepada Presiden dan Lembaga Negara:
- Presiden memerintahkan audit sistem pelaporan kuota seluruh provider oleh Kementerian BUMN dan Kominfo.
- KPK dan Kejagung mengambil alih penyidikan Kejati DKI atas anak usaha Telkom.
- BPK mengaudit model bisnis kuota hangus dan meninjau potensi pelanggaran atas UU Keuangan Negara, UU BUMN, dan UU Perlindungan Konsumen.
- Kementerian Kominfo mengatur kewajiban pencatatan dan pelaporan kuota hangus secara akuntabel.
"Negara tidak boleh abai. Sisa kuota yang dibayar masyarakat adalah bagian dari kekayaan rakyat yang harus dipertanggungjawabkan," tegas Iskandar.
IAW menekankan pentingnya kehadiran negara dalam mengawasi industri telekomunikasi agar tidak merugikan masyarakat demi kepentingan bisnis sepihak.*
(gl/a008)
PADANGSIDIMPUAN Tim sepakbola Torpedo FC dari Tapanuli Selatan berhasil melangkah ke babak semifinal Turnamen Peduli Sepakbola U17 setel
OLAHRAGA
JAKARTA Bareskrim Polri tengah mendalami kasus jaringan jual beli emas hasil tambang ilegal yang beroperasi di wilayah Kalimantan Barat
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara (Sumut) melakukan pemeriksaan terhadap Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Karo, Danke Rajag
HUKUM DAN KRIMINAL
KUPANG Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menyampaikan pesan penting kepada 464 wisudawan Universitas Kris
PEMERINTAHAN
BANDA ACEH Kapolda Aceh, Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., memimpin kegiatan Pakta Integritas dan Pengambilan Sumpah Penerimaan
NASIONAL
SEMARANG Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sebuah perusahaan di Kabupaten Semarang pa
NASIONAL
JAKARTA Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS), Dimas Bagus Arya, mengungkapkan bahwa terdapat 16 orang ya
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Analis Kebijakan Publik, Said Didu, berpendapat bahwa perang yang sedang berlangsung di Timur Tengah (Timteng) lebih banyak membaw
NASIONAL
JAKARTA Duka mendalam menyelimuti jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) atas gugurnya tiga prajurit yang tergabung dalam Satgas UNIFI
SOSOK
JAKARTA Pemerintah melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memastikan bahwa harga bahan bakar minyak (B
EKONOMI