Dari Kenduri Diraja hingga Istana Maimun, Ini Komitmen Rico Waas Jaga Warisan Kesultanan Deli
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Kenduri Diraja Negeri Deli yang akan digel
PEMERINTAHAN
MEDAN – Polda Sumatera Utara (Sumut) berhasil menangkap tujuh pelaku penculikan terhadap seorang pemborong bernama Syahdan Syahputra, yang kemudian dibuang ke laut di Provinsi Aceh.
Ironisnya, salah satu dari tujuh pelaku, berinisial M, diketahui merupakan eks personel TNI.
"M (mantan anggota TNI), pelaku utama, sepertinya iya (pecatan)," kata Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut Kompol Jama Kita Purba, Selasa (10/6/2025).
Hingga saat ini, korban Syahdan Syahputra belum juga ditemukan.
Berdasarkan pengakuan para pelaku, korban dibuang ke laut di wilayah Aceh.
Kompol Jama Kita Purba menduga kuat bahwa kasus penculikan ini dipicu oleh masalah utang piutang narkoba yang melibatkan korban.
"Kuat diduga tagihan narkoba, karena korban juga belum kita temukan, jadi hanya dugaan lah. Lebih kurang begitu (ada utang narkoba). Nanti kita pendalaman, karena kita nggak ketemu sama korbannya, tapi dari keterangan tersangka lainnya ada tagihan narkoba," jelasnya.
Jama menjelaskan bahwa tujuh pelaku yang diamankan memiliki peran yang berbeda-beda, mulai dari memukul hingga membuang korban.
"(Peran) ada beda-beda, ada pelaku utama, mengajak, ada memukul, membawa, membuang," ujarnya.
Sementara itu, otak pelaku penculikan ini diketahui berinisial IS.
Namun, IS saat ini masih dalam pencarian dan berstatus buron.
"Otak pelaku (IS), kalau pelaku utama M, M sudah (ditangkap), IS belum (ditangkap)," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, tujuh pelaku yang diamankan adalah MT, AFP, II, ZI, SS, AS, dan AB.
Kasubbid Penmas Polda Sumut Kompol Siti Rohani pada Rabu (28/5) membenarkan penangkapan tersebut.
Kasus ini mulai terungkap setelah istri korban, Pipit (31), melaporkan hilangnya Syahdan pada April 2025 ke SPKT Polda Sumut.
"Istri korban melaporkan kejadian ini ke SPKT Polda Sumut dan menyampaikan adanya dugaan suaminya diculik dan dianiaya di kawasan Sei Bingei Langkat, berdasarkan keterangan warga yang ditemuinya," kata Kompol Jama Kita Purba pada Kamis (22/5).
Subdit Jatanras Polda Sumut kemudian melakukan penyelidikan hingga ke Kabupaten Bireuen, Aceh, untuk mencari jejak korban.
Dari hasil penyelidikan, ditemukan petunjuk yang mengarah pada tindak pidana lain selain penculikan.
Polda Sumut juga menyebut adanya keterlibatan salah satu organisasi masyarakat (ormas) di Kota Medan dalam kasus penculikan ini.
"Dari hasil penyelidikan, salah satu ormas di Kota Medan diduga turut terlibat dalam kasus penculikan terhadap korban Syahdan," kata Jama pada Jumat (23/5).*
(d/a008)
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Kenduri Diraja Negeri Deli yang akan digel
PEMERINTAHAN
JAKARTA Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu
PERISTIWA
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto memerintahkan seluruh jajaran pemerintah bergerak cepat menangani dampak gempa bumi yang mengguncang w
NASIONAL
JAKARTA Pemerintah memastikan lokasi Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) di Jakarta telah disiapkan. Namun, pemerintah belum
EKONOMI
JAKARTA Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengungkap bakal ada kejutan dalam formasi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka
NASIONAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Bobby Nasution mengukuhkan 74 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Sumatera Utara
PEMERINTAHAN
MEDAN Gempa bumi dengan magnitudo (M) 6,4 mengguncang wilayah Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut), Sabtu (15/8/2026) petang. Ba
PERISTIWA
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas turun langsung memantau gotong royong massal yang digelar serentak di 21 kecamatan dalam
PEMERINTAHAN
BANDA ACEH Peringatan Hari Damai Aceh (HDA) ke21 di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, berujung ricuh pada Sabtu (15/8/2026). Kericu
PERISTIWA
BANDA ACEH Tokoh sekaligus mediator perdamaian Aceh asal Finlandia, Juha Christensen, meminta semua pihak menghormati penggunaan bendera
POLITIK