BREAKING NEWS
Jumat, 17 April 2026

Menganggur dan Rasa Dikucilkan Diduga Picu Suami Habisi Nyawa Istri di Medan

Adelia Syafitri - Jumat, 13 Juni 2025 22:17 WIB
Menganggur dan Rasa Dikucilkan Diduga Picu Suami Habisi Nyawa Istri di Medan
Suasana rumah Yap Siu Lin (55) yang tewas dibunuh suaminya, Alang (58), di Jalan Wahidin, Kecamatan Medan Area, Kota Medan (kiri) pada Kamis (12/6/2025). Pelaku babak belur di hajar massa (kanan) (foto: istimewa)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN– Peristiwa tragis terjadi di kawasan Jalan Dr Wahidin Lama, Gang Lurah, Kelurahan Pandau Hulu II, Kecamatan Medan Area.

Seorang perempuan bernama Yap Siu Lian (55) tewas ditikam suaminya sendiri, Alang (58), pada Rabu malam (11/6/2025).

Motif pembunuhan diduga dilatarbelakangi kecemburuan sosial.

Kapolsek Medan Area AKP Dwi Himawan mengatakan, pihaknya masih menyelidiki motif pasti dari kasus ini.

Namun, berdasarkan informasi awal, pelaku diduga merasa iri terhadap istrinya yang bekerja aktif di panti sosial keagamaan Buddha, sementara dirinya menganggur dan merasa dikucilkan lingkungan.

"Memang mengarah ke situ. Tapi masih kita dalami lagi karena pelaku belum bisa diperiksa. Kondisinya masih kritis dan dirawat di rumah sakit," ujar Himawan, Jumat (13/6/2025).

Menurut kronologi, pembunuhan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB.

Adik korban yang berada di lantai dua rumah mendengar suara cekcok disertai jeritan.

Ketika turun ke lantai satu, ia mendapati kakaknya ditikam berulang kali oleh pelaku.

"Saksi melihat langsung pelaku menusuk korban dengan pisau di beberapa bagian tubuh," terang Himawan.

Saksi kemudian mengunci pintu rumah dari luar dan mencari pertolongan ke panti sosial tempat korban bekerja.

Namun ketika kembali, pintu rumah telah terkunci dari dalam, sehingga warga terpaksa memanjat dari lantai dua untuk masuk.

Dalam proses penangkapan, pelaku sempat melakukan perlawanan dan menikam salah seorang warga.

Massa yang marah akhirnya berhasil melumpuhkan Alang dan menghajarnya hingga wajahnya babak belur.

Korban sempat dilarikan ke RS Muhammadiyah dan dirujuk ke RS Pirngadi Medan, namun nyawanya tidak tertolong.

Jenazahnya kini berada di RS Bhayangkara Polda Sumut untuk proses autopsi.

Sementara itu, pelaku dirawat intensif akibat luka parah setelah dikeroyok massa.

Polisi belum dapat meminta keterangan karena kondisi pelaku masih belum stabil.

Rosmawati, Kepala Lingkungan 9, menyebut pasangan tersebut merupakan pendatang yang telah tinggal di wilayah tersebut selama enam tahun.

"Selama ini mereka tidak pernah ribut. Korban aktif di yayasan sosial, suaminya tidak bekerja. Anak-anak mereka sudah berkeluarga dan tinggal terpisah," ujarnya.

Kasus ini menambah daftar panjang kekerasan dalam rumah tangga yang berujung pada tragedi kemanusiaan.

Polisi terus melakukan pendalaman untuk mengungkap motif serta kronologi lengkap kejadian.*

(tm/a008)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru