BREAKING NEWS
Senin, 29 Juni 2026

Anggota DPR Mintari Evaluasi Penggunaan Mobil Dinas Usai Kasus Tabrak Lari Anak Pejabat di Medan Pol

- Jumat, 11 Juli 2025 15:37 WIB
Anggota DPR Mintari Evaluasi Penggunaan Mobil Dinas Usai Kasus Tabrak Lari Anak Pejabat di Medan Pol
Pengemudi mobil Propam yang sedang viral di media sosial. (Foto: kumparan)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN - Anggota Komisi III DPR RI, Martin Tumbelaka, angkat suara terkait insiden penyalahgunaan kendaraan dinas kepolisian oleh anak seorang pejabat yang berujung pada kasus tabrak lari di Kota Medan, Sumatera Utara.

Ia menilai peristiwa ini mencoreng nama institusi Polri dan mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap penggunaan mobil dinas aparat.

"Mobil dinas milik kepolisian adalah sarana yang seharusnya digunakan untuk menjalankan tugas negara, menjaga ketertiban dan keamanan publik," kata Martin kepada wartawan, Jumat (11/7).

Menurutnya, penyalahgunaan kendaraan dinas oleh pihak yang tidak berwenang, apalagi sampai menimbulkan pelanggaran hukum, menjadi ancaman serius terhadap reputasi dan legitimasi institusi Polri.

"Ketika kendaraan dinas disalahgunakan oleh pihak yang tidak berwenang, apalagi hingga melanggar hukum, maka yang dipertaruhkan bukan sekadar nama individu atau keluarga, tetapi nama baik institusi secara keseluruhan," lanjut legislator asal Dapil Sulawesi Utara itu.

Dorongan Sanksi Tegas dan Evaluasi Internal

Martin menegaskan, kasus ini harus dijadikan peringatan penting bagi internal Polri. Ia meminta agar sanksi internal tegas dijatuhkan kepada pejabat kepolisian yang terbukti lalai dalam pengawasan aset negara.

"Baik dalam bentuk teguran keras, peninjauan jabatan, hingga pemeriksaan etik, semuanya perlu dipertimbangkan. Kelalaian dalam menjaga aset negara tidak boleh diabaikan," tegas Martin.

Perlu Reformasi Protokol Kendaraan Dinas

Tak hanya soal sanksi, Martin juga menekankan perlunya evaluasi total terhadap prosedur penggunaan kendaraan dinas. Menurutnya, perlu disusun ulang protokol pengawasan dan pencatatan pengguna agar tidak terjadi lagi penyalahgunaan oleh keluarga atau pihak eksternal.

"Ini soal akuntabilitas dan disiplin institusi, serta demi mencegah kejadian serupa di masa mendatang," pungkasnya.

Hingga kini, kasus tabrak lari yang melibatkan anak pejabat kepolisian di Medan masih menjadi sorotan publik, terutama di media sosial setelah viralnya video pengemudi yang mengendarai mobil dinas bertuliskan Propam.*

Editor
:
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru