Kejar-kejaran Subuh di Medan! Polsek Sunggal Sikat 5 Remaja Geng Motor, Sajam 1 Meter Disita
MEDAN Tim Patroli Siaga Reserse Polsek Sunggal mengamankan lima remaja yang diduga terlibat tawuran antargeng motor di kawasan Jalan Sun
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA – Kejaksaan Agung Republik Indonesia menyatakan tengah menganalisis kemungkinan adanya unsur tindak pidana korupsi dalam kasus beras oplosan yang baru-baru ini menjadi perhatian nasional.
Langkah ini diambil setelah Presiden RI Prabowo Subianto secara tegas memerintahkan penegak hukum untuk mengusut praktik kecurangan tersebut hingga tuntas.
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, mengatakan proses kajian sedang dilakukan guna menentukan masuk tidaknya perkara ini dalam ranah korupsi.
Ia menegaskan, Kejagung akan menindaklanjuti arahan Presiden secara serius.
"Kami akan pelajari dan kaji dulu. Bisa saja masuk ke ranah tindak pidana korupsi. Kalau memang ada unsur itu, kami pasti masuk," kata Anang kepada wartawan di Jakarta, Selasa (22/7/2025).
Meski saat ini proses penanganan awal dilakukan oleh kepolisian, Kejaksaan memastikan akan tetap berperan sebagai jaksa penuntut umum bila perkara ini naik ke tahap penuntutan.
"Jaksa tetap akan terlibat sebagai penuntut umum. Kami juga sedang intens komunikasi dan koordinasi dengan kepolisian serta kementerian terkait, termasuk Kementerian Pertanian," lanjut Anang.
Presiden Prabowo sebelumnya mengungkapkan kemarahannya terhadap dugaan pengoplosan beras biasa menjadi beras premium demi keuntungan sepihak.
Ia menyebut praktik ini tidak hanya merugikan masyarakat, tetapi juga negara dalam jumlah besar.
"Beras biasa dibilang premium, dinaikkan seenaknya. Ini pelanggaran berat. Saya sudah minta Kapolri dan Jaksa Agung untuk usut dan tindak pelaku tanpa pandang bulu," tegas Presiden Prabowo dalam pernyataan resminya.
Menurutnya, praktik manipulasi harga beras ini diduga menyebabkan kerugian negara hingga ratusan triliun rupiah setiap tahun, dan harus segera dihentikan.*
MEDAN Tim Patroli Siaga Reserse Polsek Sunggal mengamankan lima remaja yang diduga terlibat tawuran antargeng motor di kawasan Jalan Sun
HUKUM DAN KRIMINAL
BOGOR Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ingin melahirkan sosok pemimpin baru dari kalangan kader yang terinspirasi dari perjalanan poli
POLITIK
MEDAN Tim gabungan Polri dan Badan Narkotika Nasional (BNN) menggagalkan penyelundupan 1,16 ton ketamin hidroklorida (HCl) yang diangkut
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan mengusulkan revisi UndangUndang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan untuk mengatur pela
NASIONAL
JAKARTA Pendiri Microsoft, Bill Gates, memperingatkan bahwa peralihan menuju ekonomi berbasis kecerdasan buatan atau artificial intellig
INTERNASIONAL
JAKARTA Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dinilai perlu memperkuat mesin partai hingga tingkat akar rumput dan tidak hanya mengandalkan
NASIONAL
MEDAN Polres Tebing Tinggi menangkap seorang pemuda berinisial DV (22) di Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, Sumatera Utara. DV diduga m
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Kecelakaan beruntun yang melibatkan mobil BYD Denza dan sejumlah kendaraan terjadi di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, tepat di de
PERISTIWA
LANGKAT Tiga rumah warga di Dusun II, Desa Pamah Tambunan, Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, ludes terbakar menjela
PERISTIWA
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution menginstruksikan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sumut untuk membantu upaya
PEMERINTAHAN