JAKARTA - Kasus beras premium dan medium oplosan tengah menjadi perbincangan hangat. Temuan awal bermula dari kecurigaan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, terhadap lonjakan harga beras di tengah masa panen raya. Kejanggalan tersebut mendorong Kementan dan Satgas Pangan Polri melakukan investigasi mendalam.
"Di masa panen raya, beras kita surplus, tapi harga malah naik tajam dan trennya tidak turun. Ini menimbulkan pertanyaan besar," ujar Brigjen Pol. Helfi Assegaf, Kepala Satgas Pangan Polri, dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Kamis (24/7/2025).
268 Sampel, 212 Merek, Mayoritas Tak Sesuai Mutu
Selama periode 6–23 Juni 2025, tim gabungan Kementan dan Satgas Pangan Polri memeriksa 268 sampel dari 212 merek beras yang beredar di berbagai provinsi. Hasilnya sangat memprihatinkan.
Beras premium:
85,56% tidak sesuai standar mutu
59,78% melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET)
21,66% berat kemasan tidak sesuai dengan isi sebenarnya