KPK Dalami Motif Bupati Cilacap Menyiapkan THR untuk Forkopimda
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah menelusuri motif Bupati Cilacap nonaktif, Syamsul Auliya Rachman, yang menyiapkan tunj
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN - Dugaan persekongkolan dalam proses lelang proyek pembangunan sarana dan prasarana pendukung Lapangan Merdeka tahun anggaran 2025 senilai Rp77,6 miliar di Kota Medan menjadi sorotan publik.
Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Swadaya Masyarakat Lumbung Informasi Rakyat (DPW LSM LIRA) Sumatera Utara meminta Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumut, Dr. Harli Siregar, untuk mengusut tuntas indikasi pelanggaran dalam proses lelang tersebut.
Sekretaris Wilayah DPW LIRA Sumut, Andi Nasution, menyampaikan bahwa pihaknya menemukan sejumlah kejanggalan dari hasil evaluasi proses tender.
Menurutnya, dari 10 peserta lelang, hanya satu perusahaan, yakni PT Lestari Nauli Jaya, yang dinyatakan memenuhi persyaratan dan akhirnya memenangkan lelang.
"Kesembilan perusahaan lainnya dinyatakan gugur dengan alasan seragam, yaitu tidak menyampaikan jaminan penawaran dan tidak melampirkan dokumen teknis sesuai ketentuan. Padahal mereka telah mengunggah dokumen dan mengikuti proses penawaran," ujar Andi dalam keterangan pers, Rabu (6/8/2025).
Andi menduga telah terjadi praktik persekongkolan horizontal, yaitu kesengajaan dari sejumlah peserta lelang untuk berpura-pura ikut serta demi memberi jalan bagi satu perusahaan tertentu menjadi pemenang.
"Jika memang terbukti adanya kesengajaan seperti itu, maka ini bisa dikategorikan sebagai persekongkolan tender. Kami mendesak agar Kejaksaan Tinggi Sumut menggandeng Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) untuk mengusutnya," tegasnya.
Lebih lanjut, LIRA juga menyoroti persyaratan lelang yang dinilai terlalu spesifik dan hanya dapat dipenuhi oleh satu perusahaan.
Misalnya, hanya PT Lestari Nauli Jaya yang memenuhi kualifikasi perusahaan besar dan memiliki Sertifikasi Badan Usaha (SBU) BG 04, sementara peserta lainnya merupakan perusahaan menengah hingga kecil.
LIRA menduga ada keterlibatan oknum tertentu di Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang (PKPCTKR) Kota Medan dalam proses ini.
Sembilan perusahaan yang gugur diduga hanya menjadi "penggembira" demi memenuhi syarat administratif pelaksanaan tender.
"Ini menjadi catatan penting bagi penegak hukum. Harapan besar tertuju kepada Kajati Sumut yang baru, Bapak Dr. Harli Siregar, untuk menunjukkan komitmen dalam pemberantasan praktik kolusi dan korupsi di Sumatera Utara," pungkas Andi.
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah menelusuri motif Bupati Cilacap nonaktif, Syamsul Auliya Rachman, yang menyiapkan tunj
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Kepolisian Daerah Sumatera Utara menggagalkan upaya penyelundupan narkoba di Kota Medan, Minggu (14/2/2026). Pelaku berinisial RK (
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan mantan staf khusus eks Menteri Agama, Ishfah Abidal Aziz (IAA) alias Gus Alex,
HUKUM DAN KRIMINAL
Oleh Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., PhPENGHUJUNG bulan Ramadan selalu menghadirkan suasana spiritual yang khas dalam kehidupan umat Islam
OPINI
JAKARTA Pemerintah membuka rencana pemotongan gaji menteri hingga anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sebagai bagian dari upaya efisie
POLITIK
TEHERAN Pemerintah Iran mengonfirmasi kematian Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, Ali Larijani, akibat serangan udara yang diduga
INTERNASIONAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi menyebut dugaan korupsi dalam penyelenggaraan dan pembagian kuota haji sebagai perkara besar. Lemba
HUKUM DAN KRIMINAL
BATU BARA, 17 Maret 2026 Menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, layanan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) milik Bank Rakyat In
EKONOMI
BANDA ACEH Cuaca di wilayah Provinsi Aceh pada hari ini didominasi kondisi berawan dengan hujan ringan yang terjadi di sejumlah daerah.
NASIONAL
MEDAN Cuaca di sebagian besar wilayah Sumatera Utara pada hari ini didominasi hujan ringan dan kondisi berawan. Intensitas hujan terpant
NASIONAL