Kapolsek Dendang Ajak Warga Perkuat Kamtibmas, Pencegahan Karhutla Jadi Fokus Jumat Curhat
DENDANG Polsek Dendang menggelar kegiatan Jumat Curhat bersama masyarakat sebagai upaya mempererat komunikasi sekaligus memperkuat siner
NASIONAL
Padangsidimpuan, Sumatera Utara – Kasus dugaan pembobolan rekening nasabah kembali mencoreng kepercayaan publik terhadap sistem perbankan nasional. Kali ini, Rudi Siregar, warga Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, melaporkan kehilangan dana tabungan senilai Rp579,3 juta dari rekening Bank Rakyat Indonesia (BRI).
Rudi mengungkapkan bahwa ia pertama kali menyadari kehilangan uang tersebut saat mencoba menarik dana sebesar Rp300 ribu melalui ATM pada 31 Juli 2025, namun gagal karena saldo yang tersisa hanya Rp164 ribu. Rekening tersebut sebelumnya digunakan untuk menerima gaji secara rutin.
"Saya kaget luar biasa. Ketika saya cek saldo, ternyata uang saya tinggal Rp164 ribu. Saya langsung ke kantor BRI meminta kejelasan," ujar Rudi, Minggu (17/8/2025).
Transaksi Janggal Dalam Hitungan Menit
Berdasarkan cetakan transaksi dari BRI Cabang Padangsidimpuan, pada 23 Juli 2025 terjadi empat transaksi mencurigakan hanya dalam kurun waktu lima menit:
Pukul 10.21 WIB: Rp200 juta ditransfer ke rekening atas nama Diki Firmansyah
10.22 WIB: Rp200 juta ke rekening Kartini
10.23 WIB: Rp100 juta
10.25 WIB: Rp79,3 juta ke rekening Nbmb Nispidja
Rudi mempertanyakan bagaimana mungkin transaksi sebesar itu bisa dilakukan melalui layanan perbankan elektronik, padahal limit transfer per harinya hanya Rp20 juta.
"Saya bahkan pernah gagal transfer Rp30 juta ke istri saya. Kok bisa ini empat kali transaksi besar dalam waktu singkat? Saya yakin ada kebocoran data dan kemungkinan keterlibatan oknum," jelasnya.
Tidak Punya Mobile Banking
Pihak BRI menyebut transaksi dilakukan melalui aplikasi Mobile Banking. Namun Rudi dengan tegas membantah.
"Saya tidak pernah mendaftar Mobile Banking. Nomor HP dan email saya memang terdaftar, tapi selama kejadian saya tidak menerima notifikasi apa pun, baik SMS atau email," katanya.
Somasi dan Laporan Polisi
Rudi telah melayangkan somasi resmi kepada pihak BRI pada 1 Agustus 2025, dan kasus ini kini tengah diproses oleh Polres Padangsidimpuan berdasarkan laporan polisi nomor STTPL/B/343/VII/2025/SPKT/POLRES PADANGSIDIMPUAN/POLDA SUMUT.
Kasat Reskrim AKP H. Nambah menyatakan pihaknya tengah berkoordinasi dengan Polda Sumut karena kasus ini masuk ke ranah kejahatan siber.
Sayangnya, hingga berita ini ditulis, pihak pimpinan BRI Cabang Padangsidimpuan belum dapat dikonfirmasi. Seorang staf menyebut pimpinan sedang berada di luar kota.
Nasabah Minta Pertanggungjawaban Penuh
"Saya titipkan uang ke bank karena saya percaya keamanannya. Tapi kenyataannya, tabungan saya lenyap begitu saja tanpa penjelasan jelas. Saya minta pertanggungjawaban penuh dari BRI," tegas Rudi.
Kasus ini menambah daftar panjang keluhan nasabah terhadap lemahnya pengamanan sistem digital perbankan. Jika tidak disikapi secara serius, kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan digital bisa semakin tergerus.*
DENDANG Polsek Dendang menggelar kegiatan Jumat Curhat bersama masyarakat sebagai upaya mempererat komunikasi sekaligus memperkuat siner
NASIONAL
BATU BARA Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Desa Suka Maju, Kecamatan Tanju
PEMERINTAHAN
BANDA ACEH Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan secara resmi menutup kegiatan Pembinaan Tradisi dan Pembaretan 65 Bintara Remaja Satua
NASIONAL
JAKARTA Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan menunda sidang perdana praperadilan jilid IV yang diajukan Roy Suryo terkait gugatan atas
NASIONAL
JAKARTA Harga sejumlah komoditas pangan nasional mengalami perubahan pada perdagangan hari ini, Jumat (7/8/2026). Pusat Informasi Harga
EKONOMI
JAKARTA Komisi III DPR RI mendesak kepolisian mengusut tuntas penemuan 995 pucuk senjata, amunisi, serta barang bukti lain di sebuah sek
NASIONAL
JAKARTA Wakil Ketua KomisiWakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani menilai dugaan pencatutan nama Presiden Prabowo Subianto dalam
POLITIK
JAKARTA Pihak mantan Ketua Yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang, Jakarta Selatan, akhirnya buka suara terkait temuan 995 pucuk senjat
NASIONAL
JAKARTA Wacana penerapan hukuman mati bagi koruptor kembali menuai perdebatan. Sejumlah aktivis hak asasi manusia (HAM) menolak usulan t
NASIONAL
JAKARTA Pemerintah memberikan kemudahan bagi pesantren dan sekolah berbasis keagamaan berasrama dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi
NASIONAL