BREAKING NEWS
Minggu, 31 Agustus 2025

Polda Bali Amankan 22 Pendemo Setelah Aksi Unjuk Rasa Berujung Anarkis di Depan Mako Polda

Fira - Sabtu, 30 Agustus 2025 19:42 WIB
Polda Bali Amankan 22 Pendemo Setelah Aksi Unjuk Rasa Berujung Anarkis di Depan Mako Polda
Aksi unjuk rasa yang berlangsung di depan Mako Polda Bali, Jalan WR Supratman, Denpasar, Sabtu (30/8/2025) (foto : fira/bitv)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

DENPASAR - Aksi unjuk rasa yang berlangsung di depan Mako Polda Bali, Jalan WR Supratman, Denpasar, Sabtu (30/8/2025), berakhir ricuh. Sekitar 300 peserta yang terdiri dari mahasiswa, driver ojek online (ojol), LSM, LBH, dan AMP mulai melakukan aksi sejak pukul 11.00 Wita. Mereka menuntut pembubaran DPR dan proses hukum terkait tewasnya driver ojol di Jakarta yang tertabrak kendaraan rantis Polri.

Namun, pada sore hari, situasi berubah menjadi anarkis. Massa mencoba mendobrak pintu gerbang utama Mako Polda Bali dan melemparkan batu ke arah petugas yang berjaga.

Tidak hanya itu, mereka juga melakukan aksi vandalisme dengan mencorat-coret tembok dan pintu Mako Polda. Akibatnya, beberapa petugas mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan.

Baca Juga:

Polda Bali, yang telah menyiapkan sekitar 1000 personel gabungan termasuk Pecalang desa adat Pagan, terpaksa bertindak tegas. Pasukan PHH Brimob dan Samapta Polda Bali berupaya membubarkan massa yang semakin anarkis dan membahayakan keselamatan warga sekitar.

"Kami mengamankan 22 orang yang paling aktif memprovokasi massa. Mereka berasal dari berbagai daerah, termasuk Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Gorontalo, Flores, serta Bali. Mereka saat ini masih menjalani pemeriksaan di Polda Bali," ujar Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Ariasandy, S.I.K.

Baca Juga:

Selain itu, 8 personel Polda Bali dan 2 warga sipil terluka akibat lemparan batu dan serangan lainnya. Semua korban dirawat di RS Trijata Polda Bali.

Kabid Humas juga mengingatkan bahwa Bali, yang hampir 70% perekonomiannya bergantung pada sektor pariwisata, sangat rentan terhadap gangguan keamanan. "Kamtibmas yang terganggu dapat berdampak langsung pada kunjungan wisatawan," katanya.

Meski unjuk rasa merupakan hak warga negara yang dilindungi oleh undang-undang, Ariasandy menegaskan bahwa kekerasan dan tindakan anarkis tidak dapat dibenarkan. Ia mengajak seluruh masyarakat Bali untuk menjaga keamanan dan kedamaian, agar Bali tetap menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi semua.*

Editor
: Justin Nova
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Arus Lalu Lintas di Kawasan Polda Metro Jaya Kembali Lancar Pasca Demonstrasi BEM UI dan BEM SI
TikTok Hentikan Fitur Live di Indonesia Terkait Kondisi Keamanan Nasional
Pemkot Medan Tunda Car Free Night Akibat Aksi Unjuk Rasa
Massa Nyalakan Flare dan Rusak Barikade, Demo di Polda Bali Berujung Kericuhan
Polda Bali Kerahkan Pasukan Gabungan untuk Amankan Unjuk Rasa Masyarakat
Kapolda Bali Hadiri Apel Kesiapan Batalion Komposit PRCPB untuk Tanggulangi Bencana di Bali
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru