BREAKING NEWS
Kamis, 02 Juli 2026

Pria di Kupang Bakar Kekasihnya Usai Cekcok Pasca-Pencoblosan Pilkada 2024

BITVonline.com - Kamis, 28 November 2024 16:12 WIB
Pria di Kupang Bakar Kekasihnya Usai Cekcok Pasca-Pencoblosan Pilkada 2024
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Kupang – Aksi kekerasan menggemparkan Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), setelah seorang pria berinisial Gabriel Sengkoen (34) tega membakar tubuh kekasihnya, Mbatti Mbana (44), usai keduanya menggunakan hak pilihnya dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Kejadian itu berlangsung pada Rabu (27/11) siang di Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.

Menurut keterangan dari Kapolresta Kupang Kota, Kombes Aldinan Manurung, insiden bermula setelah Gabriel dan Mbatti terlibat cekcok. Emosi Gabriel memuncak dan menyebabkan dia mengambil minyak tanah yang ada di rumah mereka, lalu menyiramkan cairan tersebut ke tubuh kekasihnya. Dalam keadaan terengah-engah, Mbatti berteriak meminta tolong, dan suara jeritannya segera terdengar oleh tetangga sekitar.

Warga yang mendengar teriakan segera bergegas ke rumah pasangan tersebut untuk menyelamatkan Mbatti. Mereka kemudian membawa korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) W Z Yohanes Kupang untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, luka bakar yang diderita Mbatti sangat parah, dengan 90 persen tubuhnya mengalami luka bakar.

“Korban saat ini dalam perawatan intensif di rumah sakit. Kami juga sudah mengamankan pelaku, Gabriel Sengkoen, untuk diperiksa lebih lanjut,” ungkap Kombes Aldinan.

Aldinan juga menjelaskan bahwa meskipun Gabriel dan Mbatti belum menikah, hubungan mereka sudah cukup lama. Gabriel kini dijerat dengan pasal tindak pidana penganiayaan berat dengan ancaman hukuman yang berat. Proses hukum terhadapnya akan terus berlangsung, dan penyidik akan menggali lebih dalam mengenai latar belakang pertengkaran yang berujung pada aksi kekerasan tersebut.

Kasus ini menjadi sorotan serius masyarakat Kupang, mengingat kejadian tersebut terjadi di tengah euforia Pilkada 2024, di mana Gabriel dan Mbatti baru saja menggunakan hak pilih mereka di TPS. Masyarakat setempat mengecam tindakan kekerasan yang tidak hanya merusak kehidupan pribadi korban tetapi juga mengancam keselamatan jiwa.

Saat ini, pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan mendalam dan mempersiapkan langkah hukum lanjutan. Sementara itu, tim medis di RSUD W Z Yohanes Kupang berusaha maksimal untuk merawat Mbatti agar bisa pulih dari luka bakar yang mengerikan tersebut.

(JOHANSIRAIT)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru