Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko (kiri) dan Wakil Kepala BP Taskin Nanik Sudaryati Deyang saat diskusi media di Jakarta, Senin (17/2/2025). (Foto: ANTARA/Anita Permata Dewi)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
JAKARTA — Badan Gizi Nasional (BGN) menindaklanjuti dugaan kasus pelecehan verbal dan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bekasi, Jawa Barat.
Pihak internal BGN memastikan tengah memproses penonaktifan sementara terhadap terduga pelaku.
"Kami sedang memproses status yang bersangkutan untuk dinonaktifkan," ujar Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (25/10).
Menurutnya, perilaku seperti itu tidak sejalan dengan nilai dan prinsip kerja BGN yang menekankan profesionalisme, solidaritas, dan etika.
"Sangat disayangkan, kok bisa, sama teman sendiri melakukan hal yang tidak kami inginkan," tegas Nanik.
Ia menekankan bahwa seluruh petugas SPPG seharusnya menjadi satu tim yang kompak dan saling mendukung dalam menjalankan misi penting BGN, yakni memastikan kualitas gizi anak bangsa melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Selain menindak tegas oknum pelaku, BGN juga memperkuat pengawasan internal terhadap seluruh dapur MBG di Indonesia.
Nanik menyebut saat ini sebanyak 112 SPPG ditutup sementara karena belum memenuhi persyaratan teknis dan sanitasi sesuai standar nasional.
Langkah tersebut diambil demi menjaga kualitas, higienitas, serta keamanan pangan dalam setiap proses produksi makanan bergizi bagi anak-anak penerima manfaat.
"Proses memasak tidak bisa dilakukan sembarangan. Ada pengaturan jam kerja berbasis batch. Misalnya, batch pertama dimulai pukul 02.00 dini hari, agar makanan siap sebelum waktu distribusi. Dapur tidak boleh memasak sebelum jam 12 malam karena berisiko terhadap kualitas gizi," jelas Nanik.
Sebelumnya, publik dihebohkan oleh video viral yang memperlihatkan dugaan perlakuan tidak menyenangkan di lingkungan kerja SPPG Jatimekar II, Bekasi Selatan, Jawa Barat.